by

Giliran Ketua PAC Gerindra Menanggapi Isu Mahar Politik Pilkada Kerinci lalu

KERINCI – Setelah Bapillu DPW PAN menanggapi isu yang mengaitkan kasus dana Bencana Alam dengan Isu Mahar Politik di Pilkada Kerinci lalu.

Ketua PAC Gerindra Kecamatan Siulak, Kardius yang merasa namanya juga diseret-seret dalam isu tersebut giliran menanggapi.

Menurut Kardius, dirinya tidak pernah bertemu dan tidak pernah komunikasi selama 2 tahun lebih dengan oknum berinisial MS yang mengaku mendapat informasi dari dirinya terkait adanya mahar untuk PAN.

“Saya sangat heran, kok nama saya malah ikut dicatut dalam kasus penetapan tersangka kasus Bencal. Padahal saya kan statusnya masih Ketua PAC Gerindra, sudah 2 tahun lebih tidak pernah bertemu apalagi berkomunikasi dengan sumber berita yang menyebutkan nama saya tersebut,” ujarnya.

Dirinya tegas tidak terima. Menantang MS sebagai orang yang menyeret namanya membuktikan ucapannya ke masyarakat.

“Saya menantang sumber berita yang menyebutkan nama saya di media online untuk menunjukkan bukti atau saksi bahwa saya pernah ketemu dengan dia, atau bukti bahwa saya pernah komunikasi dengan dia baik secara langsung atau via ponsel selama 2 tahun ini,” tegas Kardius.

Kardius mengultimatum MS agar membuktikan ucapannya dengan konsekuensi jika nyatanya informasi tersebut salah dan tidak benar. Kardius siap membawa permasalahan ini ke ranah hukum.

“Jika tidak bisa menunjukkan bukti atau saksi, ini jelas sudah melanggar UU ITE pasal 28 tentang penyebaran berita bohong (hoax) dan itu ada ancaman pidana 6 tahun penjara, sebab transaksi elektronik sudah terjadi, dan juga pencemaran nama baik pasal 310 KUHP,” tegas Karius.

“Ini sudah pencemaran nama baik dan menyebar berita bohong ke publik, kalau memang isu yang diberitakan itu benar, silahkan tunjukkan buktinya. Jika tidak, bukan tidak mungkin persoalan ini kita lanjut ke ranah hukum,” tutupnya. (rzi)

News Feed