by

Diisukan Mendapat Mahar Politik di Pilkada Kerinci lalu, Ini Tanggapan Bapillu DPW PAN

KERINCI – Sejumlah pihak mengaitkan penetapan tersangka kasus dana Bencana Alam (Bencal) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh beberapa waktu lalu dengan adanya aliran dana ke Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai mahar politik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kerinci 2018.

Menanggapi hal itu, ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Jambi, Yos Adrino, mengatakan isu tersebut sangat tidak relevan. Bersumber dari pihak yang tidak bertanggungjawabkan, tidak berimbang.

“Kita sangat menyayangkan, munculnya isu yang tidak relevan dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Namun jika sudah disebarkan ke medsos maka sudah menjadi konsumsi publik, dan itu patut kita tanggapi,” jelasnya.

Yos juga menegaskan jika kasus Bencal tidak ada kaitannya dengan Bupati Kerinci, Adirozal dan PAN, karena kasus tersebut merupakan persoalan teknis kegiatan proyek.

“Setahu saya penetapan tiga orang tersangka oleh Kejari itu berkenaan dengan fisik atau teknis kegiatan, bukan soal yang lainnya. Ini malah melebar kemana-mana, sampai partai kami (PAN, red) dan nama bupati juga dicatut dalam pemberitaan, itu kan sudah kelewatan,” ungkapnya.

Dikatakannya lagi, terkait penetapan calon bupati dari PAN pada Pilkada Kerinci 2018 lalu, dilakukan sesuai dengan mekanisme partai. Adirozal ikut mendaftar di PAN melalui proses penjaringan, kemudian PAN memutuskan mengusung Adirozal sebagai Calon Bupati (Cabup) tanpa mahar politik.

“PAN memutuskan Adirozal sebagai Cabup setelah proses penjaringan di PAN. Tanpa adanya mahar politik. Selain itu Adirozal juga merupakan kader PAN yang siap membesarkan PAN di Kerinci. Bahkan sekarang beliau dipercaya sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Kerinci,” ungkap Yos.

“Oleh sebab itu, kita sangat dirugikan dengan adanya berita dibeberapa media online yang bersifat sepihak dan tidak berimbang. Seharusnya konfirmasi dulu dengan objek pemberitaan, jangan hanya bermodal sumber yang tidak berkompeten lantas jadi sebuah berita,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Kerinci, Yuldi Herman, juga mengatakan sama. Dia menambahkan bahwa pada saat penjaringan cabup Pilkada 2018 lalu, sebelum Adirozal mendaftar ke DPD PAN Kerinci, Adirozal sudah lebih dulu menjadi kader PAN.

“Dalam penentuan cabup di PAN, kita mengutamakan kader dan pak Adirozal adalah kader PAN. Selain itu, kita juga yakin beliau akan membesarkan PAN di Kerinci. Jadi sangat tidak berdasar adanya isu mahar politik di PAN,” tegasnya. (rzi)

News Feed