by

Mantan Ketua Senat Sespim Polri Pimpin BMKJ

Syafril Nursal menahkodai Badan Musyawarah Keluarga Jambi (BMKJ) di Jakarta periode 2019-2023. Jenderal Polisi bintang satu itu unggul dengan lima suara.

————————-

Tak pernah di gadang-gadang sebelumnya, nama Syafril Nursal tiba-tiba muncul dalam bursa kandidat Ketua organisasi Warga Jambi Perantauan.

Syafril Nursal terpilih lewat rapat tim Formatur BMKJ yang berlangsung cukup alot di Kantor Perwakilan BMKJ Cikini Jakarta.

Data yang diperoleh Jambi Link, mulanya Musyarawah Besar atau Rapat Lengkap BMKJ Jakarta menyeleksi tim formatur pada 5 Mei 2019.

Forum rapat itu berdiskusi dan bermusyawarah. Lewat perdebatan dalam nuansa kekeluargaan itu, terpilih 9 nama Tim Formatur.

Tugas mereka menyaring dan memilih Ketua Umum BMKJ yang baru, Periode 2019-2023.

Sembilan tim formatur itu adalah Ike Agung (Ketua Formatur), M Iqbal Ardiansyah (Sekretaris), Ismed (Dewan Penasehat BMKJ), Zainal Abidin (BMKJ), Ernawati (Perwajaya), Porseda Risman (HKK JS), Saipul J Ashadi (Jambi Timur), Chandra Andika (Sarolangun-Bangko) dan Mukmin Rusli (Bungo-Tebo).

Senin Siang, 13 Mei 2019. Tim formatur menggelar pertemuan dengan agenda memilih calon Ketua. Saat itulah nama Syafril Nursal tiba-tiba muncul.

Rapat berlangsung alot. Karena tim formatur dihadapkan pada dua pilihan tokoh hebat; Syafril Nursal (Ketua HKKN) dan Zainal Abidin (Ketua BMKJ sebelumnya).

Voting tertutup pun digelar. Jenderal Polisi itu akhirnya terpilih setelah unggul lima suara. Sedangkan pesaingnya Zainal Abidin hanya mengantongi satu suara. Sementara tiga suara menyatakan abstain atau tidak hadir.

Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Marzuki Usman turut menyaksikan jalannya rapat tim formatur itu.

BMKJ Jakarta adalah sebuah perhimpunan masyarakat Jambi di Jakarta dan sekitarnya. Organisasi ini berdiri sejak 20 September tahun 1973.

Dibentuk oleh tokoh-tokoh masyarakat Jambi yang berdomisili di Jakarta seperti Al Sayuti Makalam, Abu Hasan, Rusfan Makalam, Abdul Bari Azed dan beberapa lainnya.

BMKJ eksis sebagai wadah persatuan masyarakat Jambi perantauan.

Kepada Jambi Link, Syafril Nursal bercerita banyak  hal, terutama kiprah dan sepak terjangnya selama menjadi warga Jambi perantauan.

“Alhamdulillah dan bersyukur kehadirat Allah SWT. Saya diberikan kepercayaan oleh masyarakat Jambi perantauan untuk memimpin BMKJ,”ujar Syafril Nursal lewat aplikasi WA, Selasa Siang 14 Mei 2019.

Pria kelahiran Kerinci 3 Oktober 1962 itu tak menyangka bakal dipilih. Apalagi ia tak pernah berniat mencalonkan diri.

Tapi, sebagai kesatria bayangkara, ia tak kuasa menolak desakan dan kepercayaan yang diberikan.

“Saya tidak pernah mencalonkan diri. Tapi diminta dan didaulat oleh masyarakat Jambi yang ada di Jakarta,”ujarnya.

Karena itu, ia berjanji tak akan menyia-nyiakan amanah tersebut.

“Berat rasanya menolak permintaan itu. Karena BMKJ adalah organisasi sosial masyarakat Jambi. Tentu saya harus ikut bertanggung jawab memajukannya. Karena ditubuh ini mengalir darah sebagai seorang putra daerah Jambi,”jelasnya.

Berorganisasi sudah menjadi hobinya sejak muda.

Syafril Nursal punya sederet pengalaman dan segudang prestasi meminpin organisasi. Entah organisasi polisi maupun organisasi sipil.

Selama aktif di korps baju coklat misalnya, Syafril pernah dipercaya menjadi Ketua Senat Sespim Polri. Sebuah posisi yang tak semua polisi berkesempatan mendapatnya.

Ia juga dikenal sosok pemimpin yang cemerlang di segala bidang.

Beberapa kali memegang tongkat komando Kapolsek, seperti Kapolsek Polda Kalbar (1987), Kapolsektif Polda Kalbar (1988), Kapolsekta Pontianak Polda Kalbar (1990) dan Kapolsek Bekasi (1994).

Syafril juga pernah dipercaya menjadi Kasat Serse Polwiltabes Surabaya (2001). Bahkan beberapa kali mengemban tugas sebagai Kapolres, seperti Kapolres Lumajang (2002), Kapolres Jember (2005), dan Kapoltabes Pekanbaru (2006).

Pernah pula menjadi Direktur Narkoba Polda Riau (2006) hingga menjabat Kasespimma Sespim Lemdiklat Polri dari 2017 sampai sekarang.

Ia adalah cendekia Polri yang berprestasi. Menyabet ranking 5 di Akabri Kepolisian, ranking 2 di PTIK dan ranking 2 di Sespim Polri.

Selain itu, alumni SMA N 1 Kota Jambi itu pernah pula mengikuti pendidikan Antiteror di Amerika pada tahun 2001 silam.

Pengalaman di organisasi sipil, Syafril adalah Ketua Umum Himpunan Keluarga Kerinci Nasional (HKKN), sebuah organisasi yang menghimpun keluarga Kerinci perantauan di seluruh Nusantara. Ia juga aktif di Yayasan Ummah Ummul Quro.

Kini, lulusan Akabri 86 itu dipercaya pula menahkodai organisasi Warga Jambi Perantauan untuk 4 tahun kedepan.

“Banyak organisasi yang saya pimpin. Tapi saya tidak berkerja sendiri. Sebagai pemimpin tugas saya membawa orang lain untuk mencapai tujuan. Sebagai manajer tugas saya bekerjasama dalam tim,”katanya.

Prinsip suksesnya, tidak berkerja sendiri. Tapi melibatkan orang-orang berkompeten dan bisa bekerja dalam tim.

“Disiplin dengan waktu adalah kunci utama. Berkerjalah dengan rencana sehingga efisien dan efektif. Gunakan waktu yang tersedia jangan biarkan berlalu tanpa nilai,”bebernya.

Tiga agenda utama Syafril Nursal sebagai nahkoda baru BMKJ. Ia akan terus menjadikan BMKJ sebagai pemersatu warga Jambi perantauan di Indonesia.

Memberdayakan BMKJ sebagai koordinator berbagai organisasi masyarakat Jambi se Indonesia. Kemudian akan konsen memberikan respon sosial dalam kondisi kritis. Misalnya menurunkan bantuan bagi korban bencana alam yang menimpa warga Jambi.

Selain itu, Syafril menegaskan BMKJ siap menjadi partner Pemerintah Provinsi Jambi. Terutama dalam memajukan daerah.

“Bersama pemerintah daerah, mendorong, membantu, mendukung, memfasilitasi, bekerjasama, berkolaborasi dan memobilisasi semua sumberdaya dalam mendukung pembangunan provinsi Jambi,”jelasnya.

Satu cita-cita besarnya, ingin mengorbitkan anak Jambi menjadi tokoh penting di level nasional, laiknya Marzuki Usman yang dulu pernah menjadi menteri.

Sungguh cita-cita yang mulia. Semakin banyak anak Jambi masuk lingkaran kekuasaan, tentulah bermanfaat untuk kemajuan Jambi.

Maklum saja, jika selama ini Provinsi Jambi kurang memperoleh perhatian pemerintah pusat. Karena memang kita tak punya Menteri atau tokoh yang berada di lingkaran kekuasaan Negara.(*)

 

 

News Feed