by

Iftor HKKN di Rumah Jenderal Nazali, Rizal Singgung Pembebasan Lahan Bandara Kerinci

Beragam persoalan Kerinci dan Kota Sungai Penuh mengusik perhatian sederet tokoh tersohor Kerinci Perantauan di Jakarta. Dari masalah SDM hingga Pembebasan lahan Bandara Depati Parbo.

—————————

 

Pukul lima sore, Sabtu 11 Mei 2019. Suasana kediaman Laksaman TNI Nazali Lempo kawasan Kelapa Gading Jakarta terlihat ramai. Sederet tokoh ternama bertemu disana.

Ada anggota IV BPK RI Rizal Djalil, Brigjen Pol Syafril Nursal, Pengusaha A Murady Darmansyah. Dan sederet tokoh lain, seperti Basyar Thayib, Meirizal Meirad, Urpan Dani, Alven Stony dan Porseda Risman. Berkumpul pula anak-anak muda dan tokoh masyarakat Kerinci perantaun.

Sembari iftor bersama, mereka membahas pelbagai hal. Kemajuan ranoh kincai menjadi catatan penting.

Jenderal bintang dua TNI AL sekaligus ketua Himpunan Keluarga Kerinci -Nasional Jakarta dan sekitarnya (HKKN-JS) menginisiasi acara tahunan di kediamannya itu.

Ia menyambut hangat kedatangan jajaran pengurus pusat HKKN, tokoh maupun warga Kerinci perantauan.

“Saya berterimakasih sudah mempercayakan memimpin HKKN JS periode 2019-2023,”ujar Nazali Lempo.

Ketua umum HKKN Brigjen Pol Syafril Nursal mengatakan, iftor atau buka puasa bersama merupakan sarana memupuk solidaritas dan kepedulian sesama warga Kerinci perantauan. Terutama mendah kincai di Jabodetabek.

Jenderal polisi bintang satu itu menegaskan, HKKN komit menjalankan program kerja. Terutama selalu siap bersinergy bersama Pemkab Kerinci dan Sungai Penuh dalam membangun dan memajukan masyarakat Kerinci.

“Ini amanah Rakernas September 2018. Tertuang pula dalam Renja, proja HKKN 2019,”katanya.

Menurutnya, program kerja yang digagas HKKN bersifat jangka panjang. Menjangkau 25 tahun kedepan. Itu merupakan wujud kepedulian keluarga Kerinci perantauan untuk memajukan tanah kelahiran.

“Tinggal bagaimana kita menjalankan,”tegasnya.

Untuk mewujudkannya, Syafril Nursa mengajak mendah kincai bersatu. Menyingkirkan perbedaan dan mencari persamaan.

“Kita satu tujuan agar kerinci lebih maju dengan SDM yang berkualitas,” katanya.

Ia menyinggung betapa warga Kerinci pertantauan punya potensi besar. Menurutnya, tak kurang 30 orang Profesor, lebih 100 doktor dan sarjana lain.

“Jika potensi ini bisa disinergikan, bukan tidak mungkin kita akan melihat perubahan besar di Kerinci, baik daerah maupun SDMnya,”ujarnya.

Sejumlah tokoh hadir cara iftor mendah kincai

Rizal Djalil, tokoh Kerinci perantauan yang turut hadir menyorot ihwal pembebasan lahan bandara Depati Parbo. Ia menyayangkan anggaran senilai Rp 30 M yang digelontorkan pemerintah pusat tak terserap maksimal.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kerinci hanya bisa memanfaatkan Rp 8 Miliar saja sejak tahun 2017 dan 2018.

Ia mengajak seluruh stake holder dan Pemkab Kerinci bersinergy. Agar proses pengembangan bandara depati perbo kerinci ini berjalan optimal. Jika ini sukses, tentulah akan banyak faedahnya.

Luasan bandara yang makin besar tak menutup kemungkinan dibukanya rute penerbangan langsung Kerinci-Jakarta atau Kerinci-Padang.

Rizal menyambut baik program kerja HKKN untuk menjalin sinergy dengan pemerintah daerah. Terutama menyangkut pembebasan lahan bandara tersebut.

“Jika apa yang dikatakan ketum HKKN “bersinergy” dengan pemda bisa berjalan dengan baik, tentulah banyak program pusat yang bisa dibawa ke kerinci. Tinggal bagaimana pemda bisa menerima, mengolahnya dengan baik,”katanya.

Ia meminta pemda juga tak malu bersinergy dengan mendah kincai perantauan.

“Masalah pembebasan lahan Bandara depati parbo yang tak kunjung selesai ini. Sehingga anggaran yang sudah disiapkan harus dikembalikan lagi ke Pusat. Kan sayang,”katanya.

Anggota BPK RI itu berharap HKKN bisa mengayomi dan mempersatukan masyarakat Kerinci perantauan.

Acara ditutup dengan iftor dan dilanjutkan Shalat Maghrib, Isya dan taraweh bersama.(*)

News Feed