by

Hasbi Sorot Kerusakan Jalan Nasional di Jambi

Hasbi Anshory, caleg “jadi” Partai NasDem itu sudah menyiapkan sejumlah agenda pasca dilantik sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024. Buruknya infrastruktur jalan nasional di Provinsi Jambi akan menjadi konsen utamanya kedepan.

————————–

Pertempuran sengit menuju senayan sukses dilewati Hasbi Anshory. Ia berhasil mengumpulkan suara terbanyak di internal Calon Legislatif (Caleg) Partai NasDem.

Pleno KPU Provinsi Jambi, Sabtu 11 Mei 2019 kemarin menempatkan pria asal Mersam Batanghari itu bercokol di kursi keenam dari delapan kursi yang tersedia.

Melalui sambungan telepon, Hasbi Anshory bercerita sejumlah hal kepada Jambi Link, terutama tentang agendanya di senayan nanti.

“Pertamo kito bersyukur. Perjuangan keras kemarin membuahkan hasil baik,”ujarnya dalam logat melayu Jambi.

Hasbi enggan jumawa. Menurutnya, kemenangan ini adalah kemenangan rakyat dan partai. Meski sudah ada ketetapan pleno KPU Provinsi, Hasbi tetap sabar menunggu pleno berjenjang di tingkat nasional.

Karena itu, ia mengaku belum bisa cerita panjang lebar.

“Sayo belum berani komentar. Saya memang pernah jadi anggota DPD selama 5 tahun. Kalau di DPD cukup bikin kespekatan-kesepakatan dengan anggota lain di provinsi. Kalau DPR tergantung arahan partai. Dikomisi mana nanti ditempatkan,”ujarnya.

Yang pasti, kata dia, problem utama warga Jambi akan menjadi konsen utamanya di senayan kelak.

Apa itu?

“Misalnyo masalah jalan nasional di Jambi. yang tidak memadai. Hancur,”tegasnya.

Menurutnya, banyak warga mengeluh ihwal buruknya infrastruktur jalan nasional di Jambi. Terutama akses jalan nasional sepanjang Jambi-Batanghari hingga Kabupaten Bungo.

Catatan Jambi Link, kerusakan jalan nasional paling parah berada di daerah Sukaramai-Pal 5 dan Pal 6 Kelurahan Kampung Baru Muara Tembesi.

Kemudian kerusakan serupa juga terjadi di Simpang Terusan, Tenam-Sridadi-Sungai Buluh-Rantau Puri di Kecamatan Muara Bulian.

Lalu jalan yang melintasi Tebing Tinggi-Pulau Betung Kecamatan Pemayung juga sangat memprihatinkan.

Lubang menganga sangat dalam memicu kendaraan sulit melintas. Harus hati-hati dan pelan-pelan.

Titik terparah jalan nasional itu berada di kawasan Desa Tebing Tinggi Kecamatan Pemayung dan Desa Rantau Puri. Sepanjang jalan ditemukan lobang-lobang besar menganga.

Salah satu titik ruas jalan Nasional rusak parah di Batanghari

Kondisi ini sudah berlangsung beberapa tahun belakangan. Karena itu, beberapa truk bertonase berat kerap terbenam di badan jalan yang rusak itu.

Kondisinya benar-benar hancur. Warga yang melintas kawasan itu, terpaksa hanya bisa sabar dan mengelus dada. Macet panjang hingga berjam-jam sudah menjadi pemandangan umum.

“Kalau mau ke Jambi dari arah Muarabulian butuh waktu 3 jam baru nyampe,,”ucap Amel salah satu pengguna jalan.

Sudah sejak lama mereka menghiba agar Pemerintah sigap dan segera memperbaiki. Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kondisinya akan semakin parah.

“Bagaimana pemerintah kok sepertinya cuek. Rakyat semakin menderita saja. Apalagi tingkat kecelakaan juga semakin tinggi,”imbuh Hamzah, warga Batanghari.

Berdasarkan Keputusan Menteri PU Nomor. 631/KTPS/M/2009 tentang jalan nasional bukan jalan tol yang berada di Kabupaten Batanghari, meliputi batas Kabupaten Batanghari dan Kabulaten Tebo-Muara Tembesi, panjangnya mencapai 52,470 km.

Kemudian Muara Tembesi-Batas Kota Muara Bulian panjangnya 10,653 km. Jalan Muara Tembesi (Muara Bulian) panjangnya 4,526 km. Batas Kota Muara Bulian-Batas Kabupaten Muarojambi/Kabupaten Batanghari panjangnya 33,037 km.

Lalu Jalan Gajah Mada Muara Bulian panjangnya 5,138 km. Muara Tembesi-Batas Kabupaten Batanghari /Kabupaten Sarolangun sepanjang 38,482 km dan Batas Kabupaten Batanghari-Simpang Tuan sepanjang 10,000 km.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Batanghari A Shomad mengatakan, kerusakan parah saat ini hampir terjadi di seluruh ruas jalan nasional di wilayah Batanghari.

Menurutnya, titik kerusakan jalan nasional antaralain dari Pijoan hingga perbatasan Kabupaten Tebo. Kemudian jalan Muara Tembesi hingga perbatasan Kabupaten Sarolangun.

Kerusakan parah hampir terjadi di setiap kecamatan, terutama akses jalan di Desa Rantau Puri dan Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Pemayung. Hampir setiap minggu ada mobil batubara terperosok.

Shomad mengakui bahwa saat ini pihaknya telah berulang kali koordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional IV Wilayah Jambi. Tapi hingga saat ini sepertinya belum ada action.

Hasbi Anshory berjanji akan menyorot masalah kerusakan jalan ini. Tentulah ia akan mengejar Kementerian PU dan mencari tahu apa masalahnya. Kok kerusakan jalan di Jambi seperti dibiarkan berlarut.

“Kita lihat nanti ditempatkan partai di komisi mana,”ujar Hasbi.

Selain jalan, Hasbi juga sedang menginvestarisir beberapa masalah di Jambi. Misalnya ihwal Replanting sawit dan karet. Itu juga akan menjadi konsennya.

Hasbi juga akan menyoroti problem konflik lahan yang kian besar dan meruncing.

“Soal lahan, akan kita dudukkan mana perusahaan yang salah, mana warga yang nyerobot,”katanya.(*)

News Feed