by

Sadar Pajak dan Kemandirian APBN

OLEH:

AFANI ROWULAN

 

Kemandirian APBN akan terwujud lewat gerakan sadar pajak. Karena itu, Direktorat Jenderal Pajak di bawah Kementerian Keuangan terus bekerja keras. Mereka berusaha membangun kesadaran masyarakat demi menggenjot target penerimaan pajak.

Sebab, pajak bukan sesederhana yang kita pikirkan. Pajak tidak hanya bicara soal menyumbang kekayaan untuk Negara. Tapi lebih dari itu.

Bahwa pajak terkait erat dengan kemandirian APBN. Sebuah Negara dikatakan makmur dan maju jika keuangan negaranya stabil. Jika APBN nya kuat dan mandiri. Salah satu sumber utama kemandirian APBN, tentulah pajak.

Karena itu, Direktorat jenderal pajak tak pernah berhenti mengajak masyarakat sadar pajak.

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan, kepedulian bisa ditandai dengan ramainya wajib pajak orang pribadi (WPOP) yang membayar pajak.

sadar pajak

Sebenarnya, Negara kita pernah melakukan reformasi perpajakan pada tahun 1984. Saat itu muncul gagasan memberlakukan self assessment system.

Ini adalah terobosan besar yang pernah digagas.

Prinsip self assessment  adalah wajib pajak bisa ikut menghitung, menyetor, dan melaporkan sendiri pajak terutang. Sehingga penentuan nilai pajak terutang cukup dipercayakan pada wajib pajak. Baik badan maupun orang pribadi.

Gagasan itu muncul demi menciptakan gerakan sadar pajak. Agar tumbuh kepedulian dari wajib pajak. Sehingga mereka bisa memonitor langsung nilai atau jumlah pajak yang harus disetor ke Negara.

Menurut penulis, upaya membangun kesadaran membayar pajak berarti bagaimana cara mendorong masyarakat patuh secara sukarela melaksanakan kewajiban perpajakan. Tidak mudah memang.

Meskipun, acapkali wajib pajak harus berhadapan dengan ancaman sangsi hukum. Toh, cara itu tak juga membuat wajib pajak benar-benar patuh. Masih saja ditemukan ada yang nakal dan enggan membayar pajak. Bahkan ada yang sampai nekat menunggak pajak bertahun-tahun.

Lalu bagaimana solusinya? Apa langkah konkrit menumbuh kembangkan kesadaran bayar pajak? Apakah Prinsip Self Assessment efektif?

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. penulis ingin mengajak kita semua untuk menengok bagaimana Negara-negara maju bekerja mendorong gerakan sadar pajak kepada warganya.

Negara-negara Skandinavia, tergolong Negara yang memiliki trackrecord wajib pajak paling patuh. Negara seperti Swedia, Denmark, Finlandia, dan Norwegia memiliki tax ratio yang sangat tinggi.

Padahal, tarif pajak yang diberlakukan negara itu cukup tinggi.

Denmark misalnya, merupakan negara dengan pajak tertinggi di dunia. Warganya dipungut pajak tiap bulan rata-rata mencapai 45 persen.

Pekerja yang berpenghasilan di atas 61.500 Euro sampai 67.000 Euro bahkan lebih tinggi lagi.

Tapi tadi, mereka tetap taat pajak. Mereka bisa dengan sukarela dan peduli berbondong-bondong membayar pajak. Tanpa harus di tagih dan dikejar-kejar.

Tapi, tingginya tarif pajak memang berbanding lurus dengan fasilitas yang disediakan. Seperti fasilitas Pendidikan, Kesehatan maupun Infrastruktur.

Sehingga, mereka merasa penting membayar pajak karena ingin memperoleh pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang mantap.

Di Negara itu, Pajak yang telah diterima benar-benar dimanfaatkan untuk pembangunan. Bukan dikorupsi atau untuk memperkaya sekelompok orang saja.

Sehingga, bisa kita lihat bahwa pembangunan di Negara-negara taat pajak itu memang merata. Masyarakat juga hidup lebih sejahtera.

Prinsip tranparansi disini menjadi penting. Wajib pajak perlu memperoleh bukti nyata atas uang yang mereka bayarkan kepada negara.

Sepertinya, kita jangan malu mencontoh Denmark dan Negara-negara maju lainnya.

Tapi, kita sebagai masyarakat juga harus paham. Bahwa ketika membayar pajak, tidak otomatis akan langsung memperoleh balas jasa itu.

Boleh jadi pajak yang kita bayarkan dampaknya terasa sedikit dan pelan. Tapi, setidaknya kemajuan suatu bangsa dan Negara kita tentulah ditopang oleh sumbangan besar dari sektor pajak.

Melalui pajak, pemerintah bisa mengatur kegiatan ekonomi untuk mengatasi inflasi. Pajak juga bisa mendorong berbagai investasi. Pajak pun bisa dipakai menghimpun dana untuk membiayai pengeluaran negara.

Semakin tinggi kepedulian kita, tentulah semakin besar pendapatan Negara. Maka disitulah APBN kita akan mandiri.

Mari kita pupuk kesadaran membayar pajak. Jika kesadaran itu tak ada, bagaimana negara ini bisa maju? Ayo kita bangun negeri ini dengan sadar pajak. Kalau bukan kita siapa lagi!

 

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi.

News Feed