by

Tokoh Berdarah Biru Melenggang ke Telanai

Mantan Bupati, keluarga pejabat, mantan pejabat dan sejumlah pesohor diperkirakan lolos ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi. Mereka berhasil mendulang suara cukup meyakinkan. Dari Ezzaty hingga Rahimah Fachrori.

————————-

Ezzaty Asafri, Putri bungsu Walikota Sungai Penuh itu merebut kursi pertama untuk DPRD Provinsi Jambi dapil Kerinci-Sungai Penuh. Politisi cantik itu mengantongi suara cukup fantastis.

Data di Ezzaty Center per 21 April 2019 lalu, caleg Demokrat nomor urut satu itu sudah mengantongi 31.700 suara. Data lain menyebutkan Ezzaty berhasil menggulung lebih 32 Ribu suara.

Walikota Jambi, Sy Fasha bahkan secara khusus menyampaikan kegembiraan atas kegemilangan Ezzaty.

“Saya silaturahmi kerumah pak AJB untuk menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Ezzaty ke DPRD,”ujar Fasha, beberapa pekan lalu.

Diusia yang tergolong muda, karir politik Ezzaty langsung melejit. Perempuan cantik yang mengusung tagline Pemuda Penentu Masa Depan itu menekuni politik karena panggilan.

Ia ingin berperan dan terlibat langsung untuk kemajuan tanah kelahirannya.

“Saya ingin membangun dan memajukan Kerinci lewat jalur legislatif,”ujar Ezzaty, belum lama ini.

Edmon, adalah tokoh popular dan berdarah biru lain dari dapil Kerinci-Sungai Penuh. Menyandang status anak kandung mantan Bupati Kerinci, Murasman, Edmon berlaga di Pileg 2019 lewat partai NasDem.

Ia diprediksi lolos meski suaranya masih bersaing sengit dengan caleg Nasdem lain, Pandu. Nasdem diprediksi merebut kursi ke lima dari Dapil ini.

Sebagai tokoh berdarah biru, sebenarnya tak sulit bagi Edmon mendulang banyak suara. Apalagi ia caleg petahana.

Tapi, berlaga di Pileg kali ini Edmon tak tampak serius bertempur. Ia terkesan ogah-ogahan, seiring namanya selalu disebut dalam dakwaan KPK bersama 53 Dewan lain terkait kasus suap Ketuk palu APBD dengan terpidana, Mantan Gubernur Zumi Zola.

Edmon bahkan masuk dalam daftar saksi yang diperiksa KPK untuk 12 tersangka anggota DPRD pada 20 Maret 2019  di Markas Polda Jambi.

Ia mulai bergairah dan baru tancap gas pasca pemeriksaan itu.

“KPK yang memerintahkan silahkan nyaleg kalau memang sudah terdaftar,”ujar sumber di internal DPRD.

Tokoh berdarah biru lain adalah Rahimah, istri Gubernur Jambi Fachrori Umar. Berlaga di dapil Bungo-Tebo, Rahimah diprediksi melaju ke DPRD setelah unggul di internal NasDem.

First Lady dan mantan politisi Demokrat itu diprediksi merebut kursi kesembilan di dapil itu.

Dari dapil yang sama dengan Rahimah, putri mantan Bupati Tebo, Eka Marlina Madjid juga diperkirakan lolos. Caleg PKB itu unggul di internal partai dan berhasil merebut kursi ke empat di dapil itu.

Laga pileg kali ini merupakan momentum kebangkitan Partai Demokrat di Jambi. Partai besutan mantan Presiden SBY itu paling banyak menurunkan tokoh ternama.

Selain Ezzaty, PD bahkan menurunkan Mantan Bupati Muarojambi, Burhanudin Mahir untuk berlaga.

Pria yang akrab disapa Cik Bur itu maju dari daerah pemilihan Batanghari-Muarojambi. Dari tabulasi DA1, PD berhasil mengumpulkan 39.578 suara atau memperoleh kursi keenam.

Mantan Bupati dua periode itu diprediksi unggul dari caleg PD lainnya.

Di dapil Merangin-Sarolangun, PD juga tak kalah hebat. Mantan Kepala Bappeda Provinsi Jambi dan Bos PU Provinsi Jambi, Fauzi Ansori ikut ambil bagian.

Pria yang pernah menjadi Calon Bupati Merangin itu diperkirakan unggul dan memperoleh kursi kelima di dapil ini.

“Insyalllah dindo,”ujar Fauzi dihubungi lewat aplikasi WA belum lama ini.

Hasani Hamid, Mantan Wabup Kerinci diperkirakan juga melanggang setelah Demokrat memastikan memperoleh dua kursi dari Dapil Kerinci-Sungai Penuh. Suara Hasani Hamid berada diposisi kedua dibawah Ezzaty.

PDIP juga menurunkan tokoh ternama pada laga di Pileg 2019, kemarin. Mantan Wakil Bupati Merangin, Khafid Moein, menang telak dan berhasil mengumpulkan 11.090 suara.

Khafid memastikan diri menjadi caleg dengan suara terbanyak di internal PDIP. Suara Khafid jauh meninggalkan, Zainul Arfan, caleg petahana dan mantan Ketua DPRD Kabupaten Merangin itu.

Golkar juga menurunkan tokoh-tokoh popular, misalnya Ivan Wirata, Mantan Kadis PU Provinsi Jambi. Pria yang terkenal dermawan dan dekat dengan kalangan wartawan itu diperkirakan melaju ke DPRD setelah mendapat suara terbanyak di Internal Golkar.

Pada Pileg kali ini, mantan calon Bupati Muarojambi itu maju dari dapil Batanghari-Muarojambi.

Data yang di release IW Center sepekan lalu mencatat, caleg partai beringin nomor urut empat itu berhasil mengumpulkan 11.932 suara.

“Alhamdulillah. Berdasarkan rekap tim, kita unggul,”ujar IW.

Ia berjanji akan menjaga amanah rakyat ketika aktif DPRD. Menurutnya, ia akan berbuat yang terbaik bagi pembangunan Muarojambi dan Batanghari kedepannya.

“Tentu kita tetap harus menunggu rekapitulasi KPU,”ujarnya.

Selain IW, Golkar juga menurunkan tokoh berdarah biru, Pinto. Ia adalah putra Mantan Wakil Gubernur Jambi, Antoni Zeidra Abidin. Di pileg kali ini, Pinto bertempur di dapil Merangin-Sarolangun. Ia diperikirakan melenggang setelah unggul di internal Golkar.

Tokoh lain yang melaju lewat Golkar adalah Apif Firmansyah, mantan ajudan Gubernur Jambi Zumi Zola. Apif berlaga di dapil Tanjab Timur-Tanjab Barat. Kehadiran Apif membuat Golhar berhasil melibas dua kursi. Ia sendiri mepperoleh kursi kedua Golkar.

Mantan Wabup Tanjab Timur, M Juber juga melenggang setelah memperoleh suara mayoritas di dapil Tanjab Timur-Tanjab Barat. Caleg Golkar itu diprediksi melenggang di kursi kedua.

Dari dapil Tanjab Barat dan Tanjab Timur, tokoh darah biru anak kandung Mantan Bupati Tanjab Barat, Rendra Usman Ermulan juga diprediksi lolos. Rendra melaju lewat PKS dan berhasil unggul diinternal partai. Rendra diprediksi memperoleh kursi kedelapan, setelah Apif Firmansyah.

 

Ayah, Istri dan Anak Lolos

Selain diisi tokoh ternama, Pileg kali ini menjadi anugerah tersendiri bagi Abdul Hamid sekeluarga. Tanpa embel-embel dan nama besar Bupati, Abdul Hamid beserta istri dan anaknya (sekeluarga) secara mengejutkan berhasil mencuri kursi DPRD.

Abdul Hamid diprediksi lolos untuk DPRD Provinsi Jambi dari PKB di dapil Tanjab Barat-Tanjab Timur. Ia berhasil meraup suara terbanyak. Sementara istirnya Nurasiah yang tercatat sebagai caleg DPRD Tanjab Barat dapil Kecamatan Betara-Kuala Betara itu berhasil unggul dengan perolehan 1.995 suara.

Jumlah itu cukup untuk mengantarkan caleg PKB itu duduk di kursi empuk DPRD Tanjab Barat.

Anaknya, Muhammad Zaky juga melaju lewat PKB dari dapil Tungkal Ilir-Bram Itam. Ia berhasil mengumpulkan 2.287 suara dan unggul di internal PKB.

Pengamat Politik Dr Jafar Ahmad mengatakan memang ekses pemilihan umum langsung adalah biaya yang tinggi. Bukan kebetulan, kalaulah selama ini banyak caleg berasal dari kalangan pengusaha kaya, mantan Pejabat atau anak pejabat.

Karena di atas kertas, cuma orang kaya yang mampu membiayai kampanye.

“Mereka juga punya modal simbolik. Modal nama besar ditambah kekuatan modal,”ujarnya.

Namun, Jafar mengatakan banyak pula mereka yang bukan pengusaha besar, bukan pula pesohor atau politisi kawakan tapi berhasil unggul di Pileg.

“Variabel kemenangan itu banyak. Semuanya bisa dijelaskan secara teori mengapa caleg itu bisa unggul,”ujarnya.

Disisi lain, merekrut para pesohor tentu menguntungkan. Karena bagaimanapun, kehadiran pesohor bisa meningkatkan elektabilitas parpol.(*)

 

News Feed