by

Berebut Dukungan Etnis Kerinci

Tokoh Kerinci Mulai Diincar untuk Pilgub 2020

 

Gubernur Jambi Fachrori Umar menyandang gelar Depati Susun Negaro Pemuncak Alam Jambi. Sebuah gelar tertinggi dalam kerapatan adat Kerinci. Dinilai tengah memasang kuda-kuda jelang Pilgub Jambi 2020 mendatang.

——————————-

Rabu pagi, 1 Mei 2019. Suasana di Desa Balai Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci tampak ramai. Semua orang keluar rumah. Mereka berbondong-bondong menyambut kedatangan orang nomor satu di Provinsi Jambi, Fachrori Umar.

Didampingi Bupati Adirozal dan Wakil Bupati Kerinci Ami Taher, Fachrori ikut mandi Balimau di Saungai Batang Merao. Para pesohor daerah ini tampak bahagia berjibaku bersama ratusan warga.

Mandi Balimau merupakan rangkaian kegiatan Kenduri Sko dan Syukuran Masyarakat Tigo Luhah Semurup. Penganugerahan Gelar adat kepada Fachrori adalah puncak rangkaian acara itu.

Bupati Kerinci, Adirozal menyebut Depati Susun Negaro Pemuncak Alam Jambi yang disandang Fachrori Umar merupakan gelar tertinggi dalam kerapatan adat Kerinci. Tidak semua orang bisa memperolehnya.

“Sko Depati merupakan tertinggi diantara sko nan tigo takah,”kata Adirozal.

Fachrori Umar saat menerima gelar adat

Sebagian warga Kerinci meyakini, gelar adat merupakan simbol dukungan. Agar kepemimpinan terus langgeng.

Tokoh yang memperoleh gelar adat didoakan terus berkuasa dan memperoleh dukungan rakyat.

Dalam catatan Jambi Link, sejumlah tokoh yang pernah diberi gelar Depati antaralain, Walikota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri. Pria yang akrab disapa AJB itu memperoleh gelar kehormatan Depati Sempurno Alam Tiang Agama oleh Lembaga Adat Desa Koto Bento pada Juni 2009.

Entah kebetulan, usai memperoleh gelar adat itu AJB memang langgeng menjabat Walikota Sungai Penuh hingga dua periode.

Bupati Tebo, Madjid Muaz juga punya pengalaman sama. Ia pernah dianugerahi gelar adat Depati Gento Manggalo.

Prosesi penganugerahan gelar adat itu berlangsung saat kenduri Sko Desa Koto Tuo Pulau Tengah Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci.

Tapi, Wakil Bupati Sukandar justru yang hadir mewakili penganuegrahan gelar adat itu.

Belakangan, karir Sukandar terus melejit hingga menjadi Bupati Tebo dua periode.

Pilgub Jambi sudah didepan mata, digeber September 2019. Fachrori dinilai pantas dan diperkirakan bakal turut berlaga.

Pengamat Kebijakan Publik Dedek Kusnadi menilai, gerakan Fachrori di Kerinci boleh jadi bagian manuver jelang Pilgub. Menurutnya, Fachrori menunjukkan kelas dan keseriusan menatap Pilgub.

“Gelar adat itu harus dibaca sebagai niatan Fachrori ingin merebut simpati dan dukungan warga Kerinci,”ujarnya.

Anugerah adat ini memang merupakan simbol kedekatan emosional antara Masyarakat Kerinci dan  tokoh yang menerima gelar.

“Fachrori menunjukkan keseriusan dan meminta dukungan etnis Kerinci untuk Pilgub mendatang,”ujarnya.

Hasil riset Idea Institute Februari 2019 lalu, memetakan Kerinci termasuk salah satu etnis besar di Provinsi Jambi. Mereka tersebar merata di seluruh Kabupaten. Kekuatan Etnis Kerinci berada nomor tiga setelah Melayu dan Jawa.

Dedek Kusnadi menegaskan, karena jumlahnya yang besar, maka menjadi wajar etnis Kerinci selalu diperhitungkan. dukungan mereka sangat dinanti dan direbutkan.

Semua kandidat pastilah berusaha keras menggaet kelompok etnis Kerinci itu.

“Kehadiran Bupati dan wakil Bupati Kerinci juga menunjukkan mereka mendukung Fachrori,”katanya.

Gelar adat yang diterima Fachrori memang digeber di kampung halaman Wakil Bupati Kerinci, Ami Taher. Pada Pilgub 2015 lalu, Ami Taher merupakan tokoh Kerinci yang berada di garda terdepan membela pasangan Zumi Zola-Fachrori Umar.

Ami Taher adalah mantan anggota DPR RI dari Partai Keadilan (sekarang Partai Keadilan Sejahtera) tahun 1999 – 2004. Ami Taher juga pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Kerinci pada tahun 2005 dan masuk putaran kedua Bersama Murasman.

Dalam putaran kedua, Ami Taher dikalahkan Murasaman dengan suara tidak terlalu signifikan.

Ami Taher sangat serius dalam dukungan itu. Salah satu tanda keseriusannya adalah memberikan dukungan dengan meneken pernyataan resmi Zumi Zola-Fachrori untuk memenuhi tuntutan masyarakat Kerinci jika terpilih.

Pasca menang, Zola-Fachrori membalas jasa dengan mendukung pasangan Adirozal-Ami Taher dalam Pilkada Kerinci 2018 lalu. Bahkan, Zola memberikan perahu PAN secara cuma-cuma kepada Ami Taher.

Kini, kemesraan itu berlanjut bersama Fachrori Umar. Adapula spekulasi yang menyebut Adirozal tengah diincar Fachrori untuk calon Wakil Gubernur.

“Yang jelas, Kerinci jadi primadona. Punya daya tarik tersendiri. Semua kandidat harus menang besar di daerah ini. Tokoh Kerinci memang berpeluang masuk bursa di Pilgub,”ujar dosen UIN STS Jambi itu.

Ami Taher mengungkapkan, Kenduri Sko merupakan kegiatan lima tahunan. Ia mengaku kenduri sko sempat tertunda tujuh tahun.

Alasannya ada momen politik yang dikhawatirkan tidak tepat untuk dilaksanakan pemberian gelar adat.

“Acara ini murni bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan,” ujar Ami Taher.

Sementara, Gubernur Jambi Fachrori Umar mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan bersama-sama mempertahankan tata nilai adat Kerinci.

Moment upacara Kenduri Sko inilah para pemangku adat menganugerahkan gelar kehormatan. Sebagian lain menganggap ritual ini bisa dibaca dalam berbagai dimensi politik.

Sebelumnya, Walikota Jambi Sy Fasha juga mulai bergeliat di Kabupaten Kerinci. Fasha sempat menggelar pertemuan bersama tokoh Kerinci dalam jamuan makan malam di sebuah restoran.

Fasha bersilaturahmi bersama 70 tokoh dari berbagai Kecamatan. Beberapa yang hadir seperti Dua Mantan Wakil Bupati Kerinci, M Rahman dan Zainal Abidin. Adapula Ahmadi Zubir, Ketua STIKIP. Kemudian Zainal Arifin selaku Ketua Adat Tigo Luhah Tanah Sekudung Siulak.

Selanjutnya hadir juga beberapa Mantan Anggota DPRD Kabupaten Kerinci, seperti Munir, Mat Rawi, M amin, dan Damhar Adam Rawang. Ada Mantan Camat Mukai Sinar Rafli dan sederet tokoh lainnya. Fasha juga sempat berkunjung ke kediaman pribadi Walikota AJB, daerah Tanah Kampung.

Aksi Fasha di Kerinci mulai dibaca sebagai manuver jelang Pilgub 2020. Fasha disebut-sebut akan berduet dengan Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri (AJB).(*)

News Feed