by

Duo Djalil Terlacak Radar KPK

Saksi Kasus Suap SPAM  dan PLTU Riau 1

 

Rizal Djalil dan Dipo Nurhadi Ilham Djalil diam-diam terlacak radar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Jejak Bapak-anak itu terendus saat diperiksa sebagai saksi dalam kasus proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Kementerian PUPR. Dipo juga diperiksa sebagai saksi untuk kasus suap terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara atau PKP2B, pengembangan kasus PLTU Riau-1.

———————————————–

Nama Rizal Djalil dan Dipo Ilham Djalil masuk dalam daftar saksi yang diperiksa komisi anti rasuah, Senin 22 April 2019 lalu. Tokoh asal Kerinci itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus suap SPAM, Anggiat Partunggul Nahat Simaremare.

“Terhadap anggota BPK (Rizal Djalil) penyidik KPK mendalami informasi tentang proses dan hasil audit yang pernah dilakukan BPK untuk proyek SPAM,” kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah.

Dipo Ilham, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) rupanya turut pula diperiksa sebagai saksi. Juga untuk tersangka yang sama.

“Saksi (Dipo) diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka yang sama,” kata Febri.

Pria asal Minangkabau itu tak merinci kapasitas duo Djalil dalam perkara ini. Mereka diperiksa apakah sebagai saksi meringankan atau saksi memberatkan. Atau jangan-jangan sebagai saksi yang mengetahui kasus secara langsung.

Febri hanya menjelaskan bahwa KPK menggali informasi dari saksi untuk mendalami pelaksanaan pekerjaan dan aliran uang.

KPK hanya melempar kode bahwa mereka telah menyita sejumlah aset terkait tersangka Anggiat Simare-mare itu.

“Dalam proses penyidikan ini, KPK telah melakukan penyitaan terhadap dua unit Ruko di Manado yang diduga milik tersangka ARE (Anggita Simare-mare),” ujar Febri.

KPK menduga pembelian dua unit Ruko itu menggunakan uang suap proyek SPAM.

Pekan lalu, Kamis 18 April 2019 pagi. Rupanya Dipo Ilham juga diperiksa KPK dalam kasus lain.  Caleg DPR RI dari PAN itu dipanggil sebagai saksi kasus dugaan suap terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara atau PKP2B PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian ESDM.

“Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SMT (Samin Tan),” ujar Febri.

Samin Tan kini berstatus tersangka suap proyek PLTU Riau-I.

Disinyalir Dipo mengetahui alur perkara terminasi kontrak PKP2B PT AKT itu. Makanya penyidik KPK membutuhkan keterangan Dipo.

Tapi saat itu Dipo memilih mangkir.

“Saksi tidak hadir, Dipo Nurhadi Ilham MBA, Wiraswasta. Belum diperoleh informasi (ketidakhadirannya),”kata Febri.

Penelusuran Jambi Link, Dipo merupakan bos properti PT Bestari Group. Dia juga pernah tercatat sebagai Direktur PT Samapta Energi Indonesia, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan.

Di bawah bendera PT Bestari Group, Dipo menekuni bisnis properti. Fokus usahanya jual beli rumah mewah. Belakangan, Dipo mulai melebarkan sayap. Ia merambah bisnis jual beli rumah toko (ruko).

Beberapa proyek perumahan yang telah ia rampungkan antara lain Anggrek Residence di kota Tangerang Selatan. Ia juga telah membangun sejumlah ruko yang tersebar di Tangerang Selatan dan Depok.

PT Bestari Group juga merambah bisnis hotel. Pengusaha muda kelahiran 27 Maret 1985 ini mulai membangun sebuah hotel di kota Bandung, Jawa Barat.

Sejak 2014 silam, Dipo terjun ke dunia politik mengikuti jejak orang tuanya, Rizal Djalil. Gagal berlaga sebagai caleg DPR RI dari Partai Demokrat di Pileg 2014 itu, lantas tak membuatnya kapok.

Pada Pileg 2019 kemarin, Dipo kembali menjajal peruntungan menjadi anggota DPR. Kali ini, ia berlaga melalui PAN.

Dulu, sebelum menjadi anggota BPK RI, Rizal Djalil adalah tokoh penting di PAN. Rizal bahkan pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PAN.

Rizal benar-benar mensupport langkah anaknya itu. Ia bahkan ikut terjun langsung mengaktifkan jejaring dan simpul massa untuk memenangkan anaknya.

Jambi Link pernah mengulas peran Rizal Djalil dalam memenangkan Dipo Ilham lewat judul “Rizal Djalil Turun Gunung”, terbit edisi 9 Juli 2018 lalu.

Abdul Kholik, Ketua Tim Pemenangan Dipo Ilham sempat mengklaim Dipo bakal lolos ke senayan. Dikutip dari portal JPNN 27 April 2019, suara Dipo diklaim sudah tembus di angka 80 Ribu.

Di internal PAN, Dipo memang bersaing ketat dengan caleg petahana yang juga Ketua DPW PAN Provinsi Jambi, H Bakrie.

Ditengah hiruk-pikuk pencalegan itu, Dipo malah berurusan dengan KPK.

Jambi Link berkali-kali mengkonfirmasi Dipo Ilham Djalil lewat dua nomor kontaknya sejak Selasa 30 April 2019 kemarin. Tapi telepon genggamnya selalu bernada tidak aktif.

Pesan singkat yang dikirimkan lewat aplikasi WA maupun SMS juga belum direspon. Jambi Link sempat mengecek tampilan layar WA kontak Dipo, Rabu 1 Mei 2019 dinihari.

Terlihat ia terakhir kali aktif pada tanggal 18 April 2019 pukul 03.38 dinihari. Tanggal itu bertepatan dengan jadwal pemeriksaannya di komisi anti rasuah.

Begitupula dengan Rizal Djalil, ayahnya itu. Nomor kontaknya saat dihubungi bernada aktif tapi tak ada respon.(*)

 

News Feed