by

Manuver Menuju BH 1

Fasha, HBA dan Fachrori Mulai Bergerak

Kemunculan Walikota Jambi Sy Fasha di ranoh kincai sepekan ini membetot perhatian publik. Bocah minyak jelantah itu diapung sebagai kandidat Gubernur Jambi periode 2020-2024.
—————————

Mengenakan kemeja lengan panjang motif kotak-kotak dengan bawahan hitam, Fasha tampak semangat. Pagi itu, Sabtu 27 April 2019, Fasha menjadi pembicara kuliah umum di STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh.

Fasha berbagi pengalaman sukses dihadapan ratusan mahasiswa. Ia disambut histeris. Koleganya, Mantan Wakil Bupati Kerinci, Zainal Abidin tampak mendampingi.

Bak motivator ulung, Fasha memaparkan materi “Kewirausahaan di Era Industri 4.0” dengan lugas dan cergas. Berbekal pengalaman seorang pengusaha dan Kepala Daerah, Fasha berhasil membakar semangat mahasiswa.

“Orang gagal selalu berdalih untuk berhenti. Orang sukses tak pernah berhenti walau dihimpit kegagalan,”tegas Fasha disambut riuh tepuk tangan mahasiswa.

Diakhir sesi, Fasha membagi buku perjuangan hidupnya berjudul “Bocah Minyak Jelantah”.

Malamnya, Fasha bertemu dengan tokoh-tokoh Kerinci di Restoran Lamanda Kota Sungai Penuh. Sambil menyantap makan malam, Fasha bersilturahmi bersama 70 tokoh dari berbagai Kecamatan.

Beberapa yang terlihat hadir seperti Dua Mantan Wakil Bupati Kerinci, M Rahman dan Zainal Abidin. Adapula Ahmadi Zubir, Ketua STIKIP. Kemudian Zainal Arifin selaku Ketua Adat Tigo Luhah Tanah Sekudung Siulak.

Selanjutnya hadir juga beberapa Mantan Anggota DPRD Kabupaten Kerinci, seperti Munir, Mat Rawi, M amin, dan Damhar Adam Rawang. Ada Mantan Camat Mukai Sinar Rafli dan sederet tokoh lainnya.

Sesekali Fasha tersenyum lebar. Mereka terlihat akrab. Beberapa tokoh malah berswafoto bersama Fasha.

“Saya terima kasih atas undangan dari para tokoh, sesepuh Kerinci dan Sungai Penuh ini. Semoga sillaturrahmi ini bisa terus terjalin,” ujar Fasha.

Selama di kota Sakti Alam Kerinci, Fasha juga membagi-bagi 10 unit kursi roda kepada penyandang disabilitas. Politisi Golkar itu menggeber bakti sosial bersama Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Kerinci.

Bakti sosial berlangsung di beberapa titik, seperti di areal perkebunan Kayu Aro, Kecamatan Siulak dan daerah Danau Kerinci. Di Kayu Aro, Fasha berdialog dengan berbagai komunitas masyarakat, seperti Paguyuban Jawa, Kerinci, dan Persatuan Kayu Aro bersatu (Komunitas Batak, Minang, Sunda Kerinci), Tokoh masyarakat dan alim ulama di Kayu Aro.

Aksi Fasha di Kerinci itu memang membetot perhatian publik. Berbagai analisis bermunculan: Fasha bersiap menuju laga berikut, Pilgub Jambi 2020.

Mantan Wakil Bupati Kerinci, Zainail Abidin mengatakan selama Fasha di Kerinci tak ada perbincangan ihwal Pilgub. Menurutnya, kehadiran Fasha di ranoh Kincai murni agenda silaturahmi. Tak ada pembicaraan soal politik.

Sebagai kolega, Zainal mengaku turut menyambut dan mendampingi Fasha selama ia di sana.
Tapi, Zainal menegaskan Fasha memang pantas dan layak menjadi Gubernur.

“Gubernur itu punya visi membangun. Jelas kerjanya. Peduli. Tegas dan punya kapasitas. Dekat dengan rakyat. Sosok ini memang melekat pada Fasha,”kata Zainal.

Karena itu, sebagai sahabat, Zainal tentulah mensupport kalaulah Fasha benar-benar berlaga di Pilgub nanti.
Bekas Wabup Kerinci M Rahman yang hadir dalam sillaturrahmi tokoh itu menyampaikan apresiasinya untuk Fasha.

“Saya sudah lama mengenal Pak Fasha. Di tengah kesibukannya sebagai walikota sudah mau meluangkan waktu bersillaturrahmi di Kerinci,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Jawa Kerinci, Sarkoni mendorong Fasha maju di Pilgub mendatang.

“Kami berharap Bapak bisa melangkah lebih jauh dari saat ini. Kami akan mendukung. Walaupun Bapak tidak menghendaki, tetap akan kami dukung, karena Bapak sudah datang kesini,” sebutnya.

Gubernur Jambi Fachrori Umar hampir dipastikan bakal berlaga di Pilgub mendatang. Sebagai petahana, Fachrori memiliki banyak kekuatan. Ia punya mesin birokrasi, Fachrori juga seorang penasehat di Partai NasDem. Karena itu, urusan partai tak jadi soal.

Fachrori juga mulai intens turun kelapangan, menyapa masyarakat. Sebagai pimpinan tunggal, Fachrori punya banyak waktu berkunjung ke basis massa. Fachrori juga didukung oleh jaringan keluarga Bungo. Keberhasilan Fachrori mencuri satu kursi DPD RI untuk anaknya Ria Mayang Sari merupakan uji coba jelang Pilgub mendatang.

Sementara, Mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) belum secara terbuka menyatakan ikut Pilgub. Namun, ia melempar sinyal saat mengundang sejumlah pimpinan media di kediamannya belum lama ini.

“Kita sekarang fokus Pileg. Nantilah bicara Pilgub,”singkatnya.

Orang dekat HBA hanya memberi kode mengenai niatan HBA di Pilgub nanti.

“Insyaallah,”ujar Suheri, salah satu ajudan HBA.

Kini, HBA hampir dipastikan menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar. Dari perhitungan sementara, HBA diprediksi memperoleh suara tertinggi untuk caleg DPR RI dapil Jambi. Suara Golkar di Jambi juga naik signifikan karena efek HBA.

 

————————-

Menakar Kandidat Gubernur 2020

Nama Fasha masuk radar kandidat yang mulai diapung pada Pilgub Jambi 2020. Selain Fasha, ada nama Mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Gubernur Jambi Fachrori Umar, Kapolda Jambi Irjen Mukhlis, Walikota Sungai Penuh AJB, dan Bupati Tebo Sukandar.

Jejaring mendiang Zulkifli Nurdin di birokrasi juga mulai mengapungkan nama Ratu Munawaroh.

Wawancara Jambi Link dengan sejumlah akademisi, tokoh masyarakat, aktifis dan mahasiswa belum lama ini menempatkan Fasha sebagai pandatang baru yang paling potensial.

Nasrul Yasir, tokoh masyarakat Jambi mengatakan Fasha layak diperhitungkan. Menurutnya, Fasha mampu membuktikan diri sebagai Walikota Jambi dua periode yang berhasil dan dicintai rakyat.

“Masyarakat puas dengan kinerjanya,”katanya belum lama ini.

Elviana, anggota DPR RI itu memprediksi Pilgub 2020 bakal muncul wajah baru. Menurutnya, rakyat Jambi pastilah antusias bila disuguhkan tokoh baru dan fresh. Apalagi dia belum tersentuh angin korupsi.

“Bisa mantan kapolda, Danrem, DPRRI, DPDRI, bankir, akademisi, maupun walikota”selorohnya.

Pengamat Politik Asad Isma, berpendapat mayoritas Kepala Daerah berpotensi maju. Menurutnya, hanya Bupati Tanjab Timur Romi Haryanto dan Bupati Muarojambi Masnah Busro yang tak tampak punya hasrat. Selain kedua nama itu, semuanya sudah pasang kuda-kuda.

Ia mencontohkan Walikota Jambi Sy Fasha. Mulai tampak bergerak. Lalu Bupati Sarolangun Cek Endra, Walikota sungai Penuh Asafri Jaya Bakri. Kemudian Bupati Tebo Sukandar. Termasuk pula Bupati Bungo Mashuri dan Bupati Merangin Al Haris.

“Mashuri misalnya. Sudah menyiapkan diri. Beberapa kali acara KAHMI di gelar di Bungo. Ini bagian dari konsolidasi kekuatan,”katanya.

Termasuk pula Bupati Merangin Al Haris. Asad Isma menilai Al Haris diam-diam mengincar posisi Cagub.

“Dia ngintip-ngintip,”katanya.

Dosen UIN Jambi ini menjelaskan, para kepala daerah punya sumber daya yang besar. Punya modal ekonomi yang kuat dan modal sosial yang kuat pula. Mereka menguasai wilayah. Wajar, jika muncul hasrat jadi Gubernur.

Termasuk pula para Ketua Partai. Asad memandang mereka juga punya potensi. Misalnya Ketua DPD Demokrat Burhanudin Mahir. Lalu Ketua PKB Sofyan Ali.

“Namun ketua partai ini, realitisnya diposisi nomor dua,”katanya.

Asad mengatakan, nama HBA tentulah masih diperhitungkan. Menurutnya, HBA memang masih dianggap punya peluang besar.

“Ada romantisme di masyarakat. Karena Zola dianggap gagal. Sehingga muncul kerinduan akan sosok HBA. Tapi, apakah gejala itu sampai kebawah? Termasuk kalangan milenial? Itu belum terdeteksi,”katanya.

Dari sejumlah nama itu, Asad mengatakan ada tokoh baru yang harus diperhitungkan. Adalah Kapolda Jambi, Irjen Pol Mukhlis.

Menurutnya, sejumlah parpol sudah mulai mendekat. Nama Kapolda tak bisa dipandang enteng. Dia memiliki basis. Punya kekuatan dan sumber daya yang besar.

“Ada kecenderungan masyarakat kepada pendatang baru. wajah baru. Kapolda bisa menjadi tokoh baru itu,”katanya.

Kapolda adalah putra Jambi asli. Dia berasal dari Batanghari. Punya jaringan polisi dan keluarga besar Bhayangkara. Terpenting, ia punya keluarga besar.

Prof Dr Suaidi, Dosen UIN STS menilai kini mulai muncul diskusi di tengah masyarakat. Untuk Gubernur, masyarakat sedang mencari sosok baru atau yang lama? Yang baru siapa dan yang lama bagaimana?.

Menurutnya, masyarakat melakukan evaluasi sendiri terhadap kinerja pemimpinnya.

“Mereka mulai membandingkan masa-masa HBA jadi Gubernur dulu,”ujarnya.

Suaidi berpendapat, untuk saat ini posisi HBA masih kuat.

Namun, Suadi menilai kemunculan tokoh-tokoh muda tak bisa dianggap remeh. Nama-nama seperti Kapolda Jambi, Walikota Jambi Sya Fasha dan Bupati Merangin Al Haris laik diperhitungkan.

“Ada sinyal yang diberikan ke masyarakat. Kalau yang lain belum nampak. Yang tua-tua ada kepingin, tapi sepertinya belum berani bersikap,”katanya.

Nurhasan Dani, Ketua Umum KAMMI Wilayah Jambi menilai dua tokoh potensial yang bakal maju Pilgub mendatang, yaitu Fasha dan HBA.
Menurutnya, pasca Zola terseret kasus di KPK, posisi HBA di wilayah barat makin menguat. Kerinduan akan sosok HBA muncul lagi.

“Saya kira belum ada tokoh yangn setara dan mampu menyaingi elektabilitas beliau,”ujarnya.

Begitupula dengan Fasha. Dengan modal menjadi Walikota Jambi dua periode. Masyarakat menganggap Fasha berhasil. Khalayak suka dengan kepemimpinannya. Belum ada penilaian buruk.

“Fasha bisa menarik dukungan dari wilayah timur, yang dekat dari Kota Jambi. Orang timur turut merasakan langsung kemajuan Kota Jambi,”katanya.

Menurutnya, karena HBA dan Fasha masih satu partai (sama-sama di Golkar). Maka Pilgub akan ditentukan oleh pertarungan di internal Golkar.

Subianto Sukibi, Presma STISIP NH memasukkan Fasha dan HBA sebagai kandidat potensial di Pilgub. Selain dua nama itu, ia menyebut sejumlah pimpinan parpol patut diperhitungkan.

Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal, mengatakan, Pilgub Jambi kemungkinan digelar serentak bersama 5 kabupaten/kota, antaralain Tanjabtim, Tanjabbar, Bungo, Batanghari, dan Sungai Penuh.  Pilgub diperkirakan digelar September 2020. (*)

News Feed