by

Jelang PSU, Koto Padang Sungai Penuh Digempur Selebaran Gelap

Koto Padang Sungai Penuh kembali tercoreng. Beredar selebaran gelap mengatasnamakan Lembaga Adat Desa Koto Padang mengarahkan warga agar memilih Dahril Calon Legislatif (Caleg) dari PKS Nomor urut 2, pada Pemungutan Suara Ulang (PSU), Sabtu 27 April 2019, besok. Bawaslu Kota Sungai Penuh bergerak.

————————-

Selebaran gelap ini mulai beredar sejak Kamis 25 April 2019, kemarin. Dari salinan dokumen yang didapat Jambi Link, selebaran diterbitkan Senin 23 April 2019 pukul 23.30 oleh Lembaga Adat Desa Koto Padang. Judul selebaran mengatasnamakan Keputusan Lembaga Adat.

Tapi tidak tercantum penomeran surat laiknya surat resmi.

Secara gamblang isi selebaran mengarahkan warga Desa Koto Padang yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 1,2 dan 3, agar memilih Dahril, caleg PKS nomor urut 2 pada PSU yang digelar Sabtu, besok. Disana dijelaskan alasan mengarahkan dukungan kepada Dahril.

Begini isinya.

“Diwajibkan memilih caleg yang berasal dari Koto Padang saja yaitu caleg Partai PKS Dahril No Urut 2,”.

Kata “Diwajibkan” diblok hitam tebal tanda penekanan.

Data yang diperoleh Jambi Link, warga yang terdafar di DPT pada 3 TPS itu berjumlah 626 orang. Ada pula penambahan DPK sehingga menjadi 640 orang.

Isi selebaran memang mengancam warga. Sangsi adat menanti bila keputusan tak diindahkan.

Jika tak memilih Dahril, warga akan diancam tiga sangsi adat, antaralain denda Rp 3 juta. Selanjutnya, setiap acara hajatan seperti halangan kematian dan resepsi pernikahan, Lembaga Adat tidak akan datang.

Ancaman terakhir adalah pengusiran.

“Bagi anak jantan betino yang membawa suara caleg luar dari Desa Koto Padang akan diusir dari Desa Koto Padang,”. Begitu isi sangsi adat poin tiga dalam selebaran tersebut.

Selebaran gelap ini rupanya sudah masuk radar Bawaslu Kota Sungai Penuh. Anggota Bawaslu Kota Sungai Penuh Joni Arman menegaskan pihaknya sedang menelusuri kebenaran selebaran tersebut. Menurutnya, cara-cara seperti itu dilarang keras dan melanggar hukum.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melacak aktor dibalik selebaran itu. Bawaslu akan memanggil pemangku adat Koto Padang, hari ini.

“Akan kita mintai keterangan terkait selebaran itu hari ini,”tegasnya.

Joni mengatakan Bawaslu melarang keras tindakan menyalahi hukum dengan mengarahkan suara kepada caleg tertentu.

Menurutnya, untuk mengendalikan situasi, Bawaslu bersama Kapolres dan Forkopimda Kota Sungai Penuh akan menggelar Jumat bersama di Koto Padang, siang ini.

PSU di Koto Padang ini buntut dari Pembakaran Kotak Suara yang dilakukan oleh Caleg PDIP Khairul Saleh cs, sehari pasca Pileg 17 April 2019. Kini, Khairul Saleh sudah berstatus tersangka dan ditahan di Polda Jambi. Saleh diduga kecewa hasil perolehan suara sehingga nekat membakar dokumen negara tersebut.(*)

 

 

News Feed