by

Jerat Hukum Wakil Walikota Sungai Penuh

Gusnadi Polisikan Zulhelmi

 

Wakil Walikota Sungai Penuh, Zulhelmi diadukan ke polisi oleh anak buahnya, Gusnaidi (53), Kasi Kesbangpol Kota Sungai Penuh. Gusnadi tak terima dilecehkan depan khalayak. Aksi tersebut sempat terekam kamera tersembunyi Closed Circuit Television  (CCTV) kantor Walikota.

—————————–

Sebuah mobil pajero hitam terparkir di halaman Kantor Walikota Sungai Penuh. Gusnadi berdiri tegap dengan kaki mengapit dan tangan lurus kebawah, persis di pintu masuk kantor walikota. Di depannya, sudah berdiri Wakil Walikota Zulhelmi yang mengenakan topi hitam.

Keduanya terlibat percakapan serius. Gusnadi terlihat memberi penjelasan dan berusaha menunjuk tumpukan kertas yang dipegang seorang pria paruh baya berpakaian kuning coklat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdiri tepat di samping kanannya. Tiba-tiba Zulhelmi langsung mengayunkan tangan kanan.

Plak……..

Gusnadi kaget bukan main. Ia tak sempat menangkis serangan dadakan itu. Tapi, secepat kilat ia membuang muka dan bogem mentah hanya mendarat di dada kirinya. Tak ada perlawanan. Karena terdesak, ia terus mundur ke arah mobil dan lari tunggang langgang.

Zulhelmi kelihatan kalap, terus mengejar dan berusaha mengayun tendangan.

Gusnadi lari dan terus saja di kejar. Sementara, beberapa orang disitu hanya diam saja. Mereka terlihat menonton dan tak berusaha melerai.

Video amatir CCTV Kantor Walikota Sungai Penuh itu menjadi bukti yang diserahkan Gusnadi ke Polisi. Video itu merekam detik-detik pemukulan.

Gusnadi sebenarnya tak punya firasat apa-apa. Pagi itu, Selasa 16 April 2019 naas menghampirinya. Ia menjadi bulan-bulanan atasannya sendiri.

Informasi Jambi Link di internal kantor Walikota Sungai Penuh, pagi itu Zulhelmi emosi. Gara-garanya, Zulhelmi merasa ditinggal. Ia tak punya tim untuk meninjau TPS pemilu. Sementara tim lain yang dipimpin Walikota Sungai Penuh sudah bergerak duluan. Zulhelmi naik pitam. Gusnadi sebagai penanggungjawab pembagian tim menjadi muara amukan.

“Jadi pak Wawako merasa ditinggal. Dakdo kawan nak ninjau TPS,”ujar A, salah satu ASN di Kantor Walikota Sungai Penuh.

Gusnadi membenarkan tragedi itu terjadi sesaat menjelang kegiatan pemantauan TPS Pemilu 17 April 2019.

Menurutnya, Wakil Walikota menerima informasi dan merasa dilecehkan. Gusnadi lantas diminta menghadap.

Karena dipanggil atasan, Gusnadi buru-buru menghampiri. Di Lobi Kantor Walikota, ia bertemu Zulhelmi. Disitulah kemarahan Zulhelmi pecah.

“Sebenarnya cuma miskomunikasi,”ujarnya.

Pasca kejadian, Gusnadi berusaha memendam duka. Ia tak bersikap apa-apa. Pasrah saja. Toh, Zulhelmi juga atasannya. Sebagai anak buah, ia siap salah.

Tapi, atas dorongan keluarga, sepekan kemudian Gusnadi akhirnya mempolisikan Zulhelmi. Rekaman CCTV menjadi alat bukti.

Ia dan keluarga besar tak terima dilecehkan depan khalayak ramai. Gusnadi datang langsung ke Markas Polisi sekitar pukul 11.30 Wib, Selasa 23 April 2019 kemarin. Ia langsung menjalani pemeriksaan di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kerinci.

Polisi langsung menerbitkan Surat Tanda Bukti Laporan dengan Nomor registrasi : LP/B-260/IV/2019/SPKT.3/RES KERINCI tanggal 23 April 2019.

“Hari ini sudah dilaporkan kasus penamparan yang dilakukan oleh Wawako. Saya harap polisi segera memproses kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas Gusnaidi usai membuat laporan.

Gusnadi berharap polisi segera memproses kasus penganiayaan yang di deranya. Ia enggan berdamai. Bukan persoalan sakit fisik, tapi Gusnadi merasa terancam dan sakit hatinya.

Salah satu keluarga Gusnadi menegaskan tak terima perlakuan Wakil Walikota Sungai Penuh Zulhelmi terhadap orang tuanya.

“Kami tidak terima. Kami tidak senang orang tua dilakukan seperti itu, siapapun yang mengalami hal seperti ini pasti tidak akan terima,” ujar keluarga korban.

Keluarga Gusnaidi berharap laporan ini segera ditindaklanjuti. Mereka meminta polisi segera mengusut meskipun terlapornya orang nomor dua di Kota Sungai Penuh.

Wakil Walikota Sungai Penuh Zulhelmi belum mau berkomentar terkait laporan anak buahnya itu.(*)

 

News Feed