by

Caleg PDIP Pembakar Kotak Suara di Sungai Penuh Tersangka

Polisi menetapkan Caleg PDIP dapil tiga (Tanah Kampung-Kumun Debai) Kota Sungai Penuh, Khairul Saleh alias Saleh sebagai tersangka pembakaran kotak suara Pemilu 2019.

———————-

Rabu malam 17 April 2019. Suasana di Desa Koto Padang, Sungai Penuh masih ramai. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 1, 2 dan 3 baru saja selesai melakukan penghitungan suara.

Khairul Saleh, caleg PDIP dapil tiga nomor urut 3 itu mengintip hasil perolehan suara. Ia bahagia karena berhasil mendulang banyak suara di TPS tempat tinggalnya itu. Tapi sayang, menjelang malam Khairul Saleh mulai tak tenang.

Laporan dari tim sukses dilapangan kurang menggembirakan. Akumulasi suara secara keseluruhan di Dapil tiga, ia hanya mengantongi 627 suara. Ia kalah 200 suara dari Damrat, kolega satu partainya yang juga caleg nomor urut 4. Hingga selesai penghitungan, Damrat sudah mengantongi 800 suara.

Pukul empat pagi, Kamis 18 April 2019. Tiba-tiba listrik di TPS 1, 2 dan 3, di SDN 063/X1 Koto Padang, Sungai Penuh padam. Terjadi pula lemparan batu ke atap TPS oleh orang yang tidak dikenal. Aksi itu diduga berasal dari tim sukses.

Lima belas menit berselang, sekelompok massa berbondong-bondong datang ke TPS 1, 2, dan 3 itu. Mereka dengan beringas langsung membakar 15 kotak suara yang berisi kertas suara hasil pencoblosan.

“Aksi terjadi pasca penghitungan. Karena suaranya tak terdongkrak. Jadi hilang akal,”ujar sumber Bawaslu Kota Sungai Penuh.

Rumah Kahirul Saleh tak jauh dari TKP pembakaran. Pasca aksi itu, ia sempat ketakutan dan memilih kabur. Ia bersembunyi di salah satu rumah penduduk Desa Hamparan Pugu, Kecamatan Air Hangat, Kerinci.

Polisi bergerak cepat. Setelah melakukan olah TKP, tim Gabungan Polda Jambi bersama Polres Kerinci dan personil Sat Brimobda Jambi dipimpin Direktur Kriminal Umum Polda Jambi AKBP Edy Faryad berhasil melacak terduga pelaku sekaligus aktor pembakaran. Polisi juga berhasil mengendus persembunyian mereka. Minggu pagi, tiga pelaku ditangkap.

Mulanya polisi menangkap Robin Janet alias Robin (31) di TKP lokasi pembakaran di Desa Koto Padang.  Robin Janet merupakan Panwades Desa Tanah Kampung. Ditempat terpisah, polisi juga menangkap caleg PDIP itu di Desa Hamparan Pugu, Kecamatan Air Hangat, Kerinci saat bersembunyi.

Sementara, Azwarlis alias Eka bin Rusli (55) berstatus saksi, salah satu PNS di Kota Sungai Penuh, menyerahkan diri ke Mapolres Kerinci. Ia datang ke markas polisi diantar pihak keluarga.

Dirkrumum Polda Jambi AKBP Edi Faryadi mengatakan Ketiga orang yang berhasil dibekuk itu sudah dibawa ke Polda Jambi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pelaku tersebut diketahui membakar kotak suara yang berada di 3 tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Koto Padang, Kecamatan Sitinjau Laut, Kota Sungai Penuh, Jambi.

” Dari ketiga pelaku yang diamankan satu masih berstatus saksi,” ujarnya.

Polisi saat ini masih berkoordinasi dengan pihak KPUD Kota Sungai Penuh serta Bawaslu terkait pembakaran kotak surat suara itu. Apakah akan dilakukan pemungutan suara ulang atau tidak.

Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto belum memberikan tanggapan. Ia berjanji akan menyampaikan pernyataan pers secepatnya.(*)

News Feed