by

Golkar-Gerindra Berebut Dua Kursi DPR

Politisi yang akan mengisi delapan kursi DPR RI dapil Jambi sudah bisa ditebak. Dua parpol lama,–PPP dan Demokrat– diprediksi terpental. Sementara PKS dan NasDem secara mengejutkan berhasil mencuri satu kursi di senayan.

———————–

Hadi Suprapto Rusli, peneliti Indo Barometer menjelaskan, berdasarkan hitung cepat yang dilakukan Indo Barometer, parpol yang berhasil merebut delapan kursi di senayan antaralain Golkar (22,92%), Gerindra (15,82%), PAN (13,77%), PDIP (10,90%),  PKS (7,44%), Nasdem (6,32%) dan PKB (5,51%).

Partai beringin dipastikan memperoleh dua kursi. Gerindra juga berpeluang mendapat dua kursi. Merujuk penghitungan sistem sainte lague, Golkar diprediksi memperoleh kursi pertama dan kelima.  Kursi kedua didapat Gerindra. Kursi ketiga PAN. Kursi  keempat PDIP. Kursi keenam PKS. Kursi ketujuh Nasdem. Kursi terakhir persaingan antara PKB, kursi kedua Gerindra, PPP dan Demokrat.

Hadi Suprapto Rusli mengatakan data quick count sudah 93 persen dengan partisipasi pemilih 78,08 persen. Data ini merupakan Quick Count Nasional dengan margin of error 1 hingga 2 persen.

Hadi tak menyebut nama caleg yang akan duduk di senayan. Data penghitungan sementara yang diperoleh Jambi Link di lapangan, dua kursi beringin didapat Mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) dan caleg petahana sekaligus istri Bupati Tebo, Saniatul Lativa.

Sementara kursi Gerindra masih bersaing antara Murady Darmansyah dan Sutan Adil Hendra. Kalaulah Gerindra berhasil merebut dua kursi, maka dua nama itu dipastikan melenggang ke senayan.

Sedangkan kursi PAN diperebutkan oleh Bakri dan Dipo Ilham Jalil. Kursi PDIP bersaing antara Tafyani Kasim dan Ihsan Yunus. Selanjutnya suara PKS didominasi oleh caleg Perempuan yang juga istri mantan Bupati Tanjab Barat, bersaing ketat dengan Gufron Aziz dan Khairul Walid. NasDem diperebutkan oleh Ketua DPW Nasdem Agus Roni dan Mantan Bupati Bungo Sudirman Zaini. Sementara PKB antara Sofyan Ali dan Handayani.

Hadi menanggapi sukses Golkar pada Pileg 2019 di Provinsi Jambi. HBA effect menjadi kunci kemenangan Golkar. Figur dan ketokohan mantan Gubernur Jambi itu membuat beringin banyak mendulang suara.

“Golkar ini memang kelebihannya punya Caleg-caleg yang memiliki popularitas kemudian ketokohan dan mampu menjadi vote getter di daerah-daerah,” bebernya.

Kasus serupa juga terjadi di partai Nasdem. Masuknya Mantan Bupati Bungo Sudirman Zaini dan figur Fachrori Umar selaku Gubernur Jambi sekaligus pentolan pengurus Nasdem di Jambi membawa keberuntungan tersendiri. Makanya secara nasional perolehan suara Nasdem ikut naik.

“Strategi yang dilakukan NasDem pada Pemilu kali ini hampir mirip dengan Golkar,” ungkapnya. Namun demikian, partai Golkar sendiri punya Caleg-caleg yang bagus, Golkar juga merupakan partai tua dan lama.

Begitupula PKS yang berhasil mencuri 1 kursi DPR RI karena menempatkan figur istri Bupati Tanjab Barat. Secara Nasional PKS juga diuntungkan oleh effect Pilpres. Kelompok Islam Garis lurus seperti Muhammadiyah, HTI, JT, FPI banyak memilih PKS di Pileg kali ini.

“Alhamdulillah, sepertinya begitu. Target kita memang menempatkan satu wakil di senayan,” kata Ketua DPW PKS Provinsi Jambi, Rudi Wijaya. Menurutnya, PKS mengerahkan semua kader untuk memastikan suara itu tidak jauh berubah dengan rekapitulasi ditingkat Kabupaten/Kota.

Ketua DPD Demokrat Provinsi Jambi Burhanuddin Mahir enggan merespon hasil hitung cepat Indo Barometer. Mantan Bupati Muaro Jambi dua periode ini memilih menunggu hasil real count Komisi Pemilihan Umum ketimbang menduga-duga. Demokrat termasuk partai besar yang diprediksi gagal meraih satu kursi. Padahal, periode lalu Demokrat tak pernah absen memperoleh kursi senayan. Pileg 2014 lalu, kursi Demokrat ditempati oleh Zulfikar Achmad.

 “Kami menghormati hasil hitung cepat, tapi untuk kepastiannya kita tunggu resminya dari KPU,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Cik Bur ini mengaku masih optimis demokrat bisa menempatkan wakilnya di senayan. Menurutnya, Demokrat memiliki pengalaman. Pileg kali ini, memang Demokrat hanya mengandalkan figur Zulfikar Achmad, Mantan Bupati Bungo itu. Beberapa caleg potensial lain nyaris tak bergerak. Itu karena mereka kadung berstatus tersangka di KPK. Mereka adalah Cornelis Buston dan Zainal Abidin.

Lain Demokrat, lain pula PPP. Partai kakbah itu diprediksi gagal mempertahankan kursi di senayan. Padahal, figur caleg di PPP tak kalah hebat. Pileg kali ini PPP diisi oleh Dodi Sularso, Rahmad Derita Mantan Kadis Pendidikan. Periode lalu, Elviana mengisi kursi DPR RI dari PPP. Hanya saja, pileg kali ini Elviana memilih nyaleg di DPD.

Hadi mengatakan, margin of error Quick Count ini diangka 1 persen secara nasional. Tapi angkanya bisa lebih besar di tingkat provinsi.

“Untuk partai yang berada di empat besar yang suaranya mencapai 10 persen itu sudah dipastikan mendapatkan kursi DPR RI,” bebernya.

Data Indobarometer menunjukkan hanya segelintir parpol yang memperoleh suara diatas 10 persen, yaitu Golkar, Gerindra, PAN dan PDIP. Artinya, hanya empat partai ini yang tergolong sudah aman.(*)

 

News Feed