by

Deklarasi PD JMN-JAMBI, Siap Galang Suara Muda/I

JAMBI – Pengurus Daerah Jaringan Muda Nusantara Jambi (PD JMN-Jambi) Periode 2019/2022 resmi dilantik. Siap untuk mengemban sejumlah tugas dan amanat organisasi.

Kepengurusan yang terdiri dari 44 orang pengurus, dipimpin oleh Rio Gusma Hendra itu dilantik oleh Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pengurus Nasional Jaringan Muda Nusantara (PN JMN) Ahmad Firdaus, di Gedung DPW PAN.

Ketua Umum Pengurus Nasional Jaringan Muda Nusantara (PN JMN) Abdul Latif Santoso yang turut hadir, dalam sambutannya mengaku bangga dan senang atas pelantikan Pengurus Daerah (PD) Jambi.

Ia juga menyampaikan sejumlah pesan yang dititipkan oleh Dewan Pembina Pengurus Nasional (PN) Suhendra Ratu Prawiranegara (SRP) beserta depan pembina lainnya yang tak ikut hadir dalam acara ini.

“Selamat bagi seluruh jajaran PD JMN Jambi yang telah dilantik. Ini adalah pelantikan pertama dari seluruh jajaran PD. Di bulan ini pesta demokrasi akan berlangsung. Ini menjadi tugas kita mengajak kaum milenial memilih pemimpin yang memiliki visi misi perubahan membawa arah Indonesia yang berkeadialan, memakmurkan, mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Mari bersama-sama berjuang satukan energi untuk memenangkan kompetisi ini,” ujar Latif.

Tak hanya itu, Latif (sapaan akrab) meminta para pengurus untuk segera menghidupkan mesin organisasi selama 24 jam penuh. Karenanya seluruh pengurus harus mempersiapkan segalanya mulai sekarang.

“Keterlibatan JMN di penyelenggaraan pemenangan pemilu. Baik dalam proses pengawasan menjelang Pemilu 2019,” terang Latif.

Latif mengingatkan, para kaum muda/I ikut Bersama, bekerjakeras dalam pengawalan pemilu sampai ke tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh pelosok Jambi.

“Setelah acara Deklarasi dan Pelantikan ini, kita langsung bentuk pembagian kerja. Terutama di tingkat TPS-TPS saat pelaksanaan, oleh karenanya saya akan memastikan bahwa seluruh PD JMN Jambi bergerak semua untuk bersama-sama memenangkan Pilpres dan Pileg 2019,” jelas Latif.

Selain itu, berdasarkan analisanya, Menurut Latif dalam Pemilu 2019 kali ini masyarakat lebih condong melihat faktor siapa sosok pemimpinnya (personal) hingga 70 persen. Sedangkan faktor partainya hanya dipilih masyarakat tertentu sekitar 30 persennya saja. (ara)

News Feed