by

HKK, Ada Apa Denganmu?

Mendah Kincai Bersatulah

Terbelahnya organisasi yang menghimpun Jaringan Kerinci Perantauan (Kerinci Overseas Network) merugikan kedua belah pihak. Para tokoh dan pentolan Jaringan Kerinci Perantauan menggalang mendah kincai agar tetap bersatu.

———————

LIMA perempuan cantik tanpa alas kaki menari-nari diatas pecahan beling. Lenggak-lenggok tarian Niti Mahligai asal Siulak Mukai Kerinci itu, menjadi hiburan pembuka peresmian organisasi Jaringan Kerinci Perantauan–Himpunan Keluarga Kerinci Nasional (HKKN)–wilayah Provinsi Jambi, di Hotel Grand Kota Jambi, kemarin (7/4/2019). Acara pagi itu mendaulat Kombes Pol Herman Ismail sebagai nahkoda baru DPW HKKN Provinsi Jambi periode lima tahun kedepan.

Tari Niti Mahligai

Sejumlah tokoh berharap Herman Ismail mampu menghimpun sekaligus menyatukan seluruh jaringan keluarga Kerinci perantauan yang terserak di Provinsi Jambi. Bukan tugas ringan. Apalagi di tengah bayang-bayang dualisme kepengurusan HKK.

“Tidak ada dualisme. HKK hanya satu. Ini organisasi besar Mendah Kerinci perantauan. Sebagai pemersatu,” tegas Ketua Umum HKKN Brigjen Pol Syafril Nursal berapi-api disela pelantikan pengurus DPW HKKN Provinsi Jambi, kemarin.

Jenderal Polisi bintang satu ini menjelaskan, HKKN bukan organisasi abal-abal. Punya badan hukum dan tercatat di Kementerian Hukum dan HAM. Untuk level provinsi, HKKN membentuk Dewan Pimpinan Wilayah atau disingkat DPW.

“HKK bulat, utuh,” kata Syafril Nursal.

Proses Pelantikan Pengurus DPW HKKN Provinsi Jambi

Sejarah dualisme HKK bermula ketika Ketua HKK Provinsi Jambi Ramli Taha menolak keberadaan HKK Nasional. Padahal, HKKN di bawah komando Syafril Nursal itu, sengaja dibentuk untuk menghimpun warga Kerinci perantauan di seluruh tanah air.

Nasrul Kadir  adalah pentolan Kerinci Overseas Network yang paling getol mendorong dibentuknya HKKN. Nasrul Kadir juga tokoh utama dalam pembentukan HKK Jambi. Tahun 2017 lalu, Nasrul Kadir dan beberapa tokoh membujuk Syafril Nursal menahkodai HKKN. Tapi ia menolak. Syafril Nursal tengah menjabat Kepala Sespima Mabes Polri merasa sibuk dan khawatir tak punya banyak waktu. Karena terus di desak dan diminta para sesepuh, Syafril Nursal tak kuasa menolak.

“Karena ini organisasi sosial. Ya.. sudah saya terima,” cerita Syafril Nursal, kemarin.

Lima belas Januari 2018. Seluruh pengurus HKK tiap Provinsi menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) sekaligus Musyawarah Nasional (Munas). HKK Provinsi Jambi yang di pimpin Ramli Taha turut di undang. Tapi tidak hadir. Rapim memutuskan pembetukan HKK Nasional berpusat di Jakarta. Dan Syafril Nursal dipercaya memimpin organisasi itu.

“Bukan sim salabim. Kalo ada yang bilang ada tandingan, itu aneh. Legalitas HKKN jelas. Akta notaris ada. Di teken semua HKK yang hadir Munas. Jadi, tidak ada yang namanya dualisme,” ujar Syafril Nursal.

Penyerahan SK dari Ketua Umum HKKN kepada Ketua DPW HKKN Provinsi Jambi

HKK Provinsi Jambi di bawah komando Ramli Taha kukuh menolak bergabung dalam barisan HKKN. Belakangan, lewat Rapat Kerja (Raker) yang digelar 22 September 2018 di Hotel Nusa Wijaya Kota Jambi, mereka malah memutuskan membentuk HKK Indonesia.

HKK Provinsi Jambi langsung malih diri menjadi HKK Indonesia. Perubahan nama HKK Indonesia, sekaligus merubah peran dan kewenangan HKK Provinsi Jambi yang sebelumnya bergerak hanya di level Provinsi Jambi. Kini beralih ke level Nasional.

Padahal, HKK Nasional sudah duluan terbentuk. Tugas utama HKKN adalah menghimpun semua mendah Kincai di seluruh Provinsi se tanah air. Bahkan menghimpun pula jaringan keluarga Kerinci di Luar Negeri (LN). Saling klaim dua organisasi itu tentulah membuat mendah kincai pusing tujuh keliling.

Tapi, versi Syafril Nursal, organisasi HKK tetap satu yaitu HKKN. Sementara HKK Provinsi Jambi otomatis lebur dibawah bendera DPW HKKN Provinsi Jambi. Pucuk pimpinan HKKN Provinsi Jambi adalah Herman Ismail.

Tokoh Kerinci perantauan Murady Darmansyah menganggap pembelahan itu sebagai dinamika organisasi. Namun, Politisi Partai Gerindra ini tetap menaruh harap, “Mendah Kincai bersatulah,” singkatnya.

Murady tak ingin mendah kincai terpecah-belah gara-gara konflik organisasi. Justru, ia ingin organisasi menjadi pemersatu. Perbedaan tak boleh menyulut amarah, caci-maki dan konflik.

Ia pun mengingatkan konflik organisasi hanya akan merugikan kedua belah pihak. Karena itu, caleg DPR RI nomor urut tiga dari partai Gerindra itu menginginkan persatuan. Dengan bersatu, jaringan Kerinci perantauan pastilah berkibar. Semakin besar. Semakin disegani.

“Itu harapan kami. Harapan para tetuo. Semoga mendah kinci solid dan bersatu,” kata Murady Darmansyah yang turut duduk dalam kursi tamu undangan pelantikan DPW HKKN Provinsi Jambi, kemarin.

Pengamat politik sekaligus tokoh asal Tanjung Pauh Mudik Kerinci, Dr Jafar Ahmad menilai dinamika internal HKK tersebut lazim. Ia menceritakan kasus serupa pernah menimpa Ikatan Mahasiswa Kerinci (IMKI), puluhan tahun silam. Dulu, ada pertarungan antara kelompok IMKI di Jakarta dan IMKI di Provinsi Jambi. Persis seperti HKK saat ini.

Karena itu, jebolan Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia ini mengingatkan, “Tidak perlu diperdebatkan. Tidak perlu fokus dalam dinamika konflik. Yang paling penting, organisasi ini bisa berjalan sesuai koridor dan cita-cita bersama,” jelasnya.

Jafar meminta pentolan HKK dan para sesepuh bisa menyatu. Jika tidak memungkinkan, ia berharap tetap ada harmonisasi.

“Bila perlu sesekali diadakan kompetisi futsal antara HKKI dan HKKN. Harmonisasi akan lebih baik,” ujarnya.

Ketua DPW HKKN Provinsi Jambi Herman Ismail menegaskan HKK tetap satu dibawah naungan HKKN. Karena itu, salah satu tugas utamanya adalah meluruskan masalah ini.

“Jangan sampai orang lain tertawa lihat kita,” ujarnya.

Direktur Pengamanan dan Objek Vital Polda Jambi itu berjanji akan merangkul Ramli Taha dkk. Ia mengatakan HKKN merupakan organisasi sosial. Para pengurusnya tidak digaji. Namun, ini adalah pengabdian. Agar HKKN menjadi wadah memajukan mendah kincai.

Selain itu, dia mengajak mendah kincai membantu pemerintah membangun bangsa, khususnya Provinsi Jambi. Baik di bidang ekonomi, sosial dan keagamaan.

“Saya yakin bisa terwujud jika kita lakukan bersama-sama,” imbuhnya.

Ketua PB HKKN, Brigjen Pol Drs Syafril Nursal, mengingatkan tiga fungsi HKKN. Di antaranya sebagai pemersatu.

“HKKN lahir mewadahi seluruh warga Kerinci di seluruh Indonesia sehingga kita menjadi kuat. Bahkan sekarang HKKN sudah ada di Malaysia,” sebutnya.

Fungsi selanjutnya adalah menjadi koordinator, fungsi sosial dan paling penting fungsi strategis.

“Organisasi ini punya sumber daya yang luar biasa. Kita punya 30 profesor, banyak doktor dan sarjana lain. Kita ingin mendorong sumber daya ini untuk membangun daerah,” katanya.

Sejumlah tokoh dan pentolan jaringan Kerinci perantauan hadir di pelantikan tersebut. Seperti jajaran pengurus pusat HKKN, Brigjen Pol Syafril Nursal, Alven Stony, Porseda Risman.

Hadir pula sejumlah tokoh Kerinci, seperti Murady Dharmansyah, Tafyani Kasim dan Ambiar Usman, Sanusi, Nasrul Kadir, Hasvia, Nizam Hasan, Dr Meidrin Joni, Kasrianto, Prof Syamsurizal Tan dan lain-lain. Selain itu juga hadir Ketua HKKN Riau, AKBP (purn) Sukman.

Hadir pula pengurus HKK kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi, di antaranya pengurus HKK Kota Jambi, HKK Muaro Jambi, HKK Batanghari, HKK Tebo, HKK Tanjabbar dan HKK Tanjabtim.

Sekda Kota Jambi dan tamu undangan

Hadir mewakili Pemerintah Provinsi Jambi Asisten I Setda Provinsi Jambi, Apani Saharuddin dan Sekda Kota Jambi, Ir Budidaya, M Forc, SC. Keduanya menyambut baik pelantikan pengurus PW HKKN Provinsi Jambi tersebut. (*)

News Feed