by

Kerukunan di Tengah Keberagaman!

JAKARTA – Tahukah kamu kalau saat ini negeri tercinta kita Indonesia jadi rujukan soal toleransi? Adalah pemerintah Australia melalui Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Francis Quinlan menyampaikan minat negaranya untuk belajar terhadap toleransi beragama di Indonesia.

Dalam acara Dialog Lintas Agama Indonesia-Australia di Bandung, Jawa Barat yang digelar beberapa waktu lalu, Gary mengatakan seperti halnya Indonesia, Australia adalah negara dengan masyarakat yang beragam.

“Kita (Australia) ingin belajar dari kalian (Indonesia) dan bagaimana bisa mengerti sesama masyarakat,” ucap Gerry dalam keterangan tertulis.

Toleransi yang berjalan baik di Indonesia memang sempat diwarnai sejumlah kasus tindakan intoleran. Meski demikian, rumusan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara masih terjaga dan terus dipertahankan. Pemerintah dengan tegas memastikan Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia dan tidak bisa digantikan.

Sebuah kenyataan yang tidak bisa dibantah oleh siapapun bahwa Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang memiliki keberagaman baik dari etnis, suku, bahasa, agama, kepercayaan, budaya, tradisi, dan adat istiadat.

Sekalipun dipenuhi dengan keragaman, Indonesia bisa mempersatukan dan hal itu nampak pada semboyan negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika, sekalipun berbeda-beda namun tetap satu.

Oleh sebab itulah kemajemukan, kebhinnekaan, dan keragaman termasuk agama, menjadi sesuatu yang tidak dapat ditolak keberadaannya di Indonesia. Bahkan dapat juga dikatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan salah satu dari sekian negara di dunia yang memiliki tingkat heterogenitas tinggi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pidato sering menyelipkan pesan yang bersifat imbauan sekaligus mengajak masyarakat untuk terus merawat dan menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan.

“Mari kita hormati suku, agama, adat, dan tradisi yang berbeda di sekitar kita, karena bangsa ini sudah ditakdirkan Allah SWT untuk memiliki keanekaragaman, dan kita semua adalah saudara sebangsa dan setanah air. Jangan sampai lupa,” kata Jokowi pada sebuah kesempatan.

Terkait hal itu, dibutuhkan peran kita semua untuk selalu memiliki sikap hidup toleransi. Toleransi secara aktif dibutuhkan untuk menyokong stabilitas dan perdamaian untuk kesejahteraan masyarakat.

Salah satu wujud toleransi yang berjalan di Indonesia terkait agama, adalah peringatan hari raya dan perayaan keagamaan yang dijadikan hari libur nasional. Keagamaan dimaksud hari raya dan perayaan keagamaan enam agama diakui di Indonesia yakni agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu.

Pada saat memberikan ucapan atas peringatan hari raya dan perayaan keagamaan, Jokowi biasanya juga mengajak umat yang memperingati untuk selalu menjaga persatuan di tengah kemajemukan dan keberagaman Indonesia.

“Mari selalu jaga kerukunan di tengah keberagaman, apalagi menjelang pelaksanaan pemilu legislatif dan pilpres, kita ini satu bangsa harus bersatu,” kata Jokowi.

Ayo, ikut terus berperan jaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Kita ini satu bangsa, jadi harus terus bersatu,” ujar Jokowi. (*)

Sumber: Detik

News Feed