by

Ada Apa dengan Mursida?

Dijuluki Rismanya Jambi

Aksi Mursida, Camat Pall Merah Kota Jambi membetot perhatian publik. Tokoh asal Kerinci itu menyelamatkan nyawa seorang jambret dari amuk massa. Mursida menolak aksinya disebut pencitraan.

—————-

KECIL-kecil cabe rawit. Begitulah gambaran sosok Mursida, camat nyentrik di Kota Jambi itu. Perawakannya memang kecil. Tapi nyali dan keberaniannya sangat besar. Siapa saja yang berhadapan dengannya pasti ciut. Mursida kerap disandingkan dengan nama Risma, Walikota Surabaya. Bahkan, dia kerap dijuluki Risma nya Kota Jambi.

Tegas. Tanpa tedeng aling-aling. Aksi perempuan asal Kerinci itu selalu saja mencuri perhatian publik.

Kemarin, aksi Mursida kembali viral. Dia menyelamatkan nyawa seorang jambret dari bulan-bulanan warga. Hanya hitungan menit, jika Mursida tak datang kelokasi, nyawa penjambret pasti melayang.

Aksi Mursida direkam warga dan diupload ke Youtube. Tak lama, video tersebut langsung viral. Mursida terlihat menerobos kerumunan massa. Dia menghalau massa yang sudah beringas hendak menghajar si penjambret.

“Jangan main hakim sendiri. Jangan main hakim sendiri. Jangan. Mana Bhabinkamtibmas, biar cepat dibawa ini jambret. Eee… jangan main hakim sendiri,” ujar Mursida dengan nada keras.

Dalam video berdurasi 1 menit itu, terlihat Mursida menceramahi pelaku. Dia meminta pelaku berhenti menjambret.

“Jangan jambret-jambret lagi. Kamu ‘habis’ nanti, kamu dipukuli orang banyak,” kata Camat berusia 54 tahun itu.

Mursida menceritakan, bagaimana ia turun tangan menyelamatkan nyawa orang. Menurutnya, berawal pada Selasa sore. Massa menangkap pelaku jambret di kawasan Talang Bakung, Kecamatan Pall Merah, Kota Jambi.

Sudah seperti kebiasaannya, Mursida bukan tipikal pejabat kantoran. Ia sangat aktif. Selalu bergerak melihat kondisi lingkugannya. Kebetulan, Mursida, sore itu sedang patroli di daerah itu. Saat melintas di kawasan Talang Bakung, Mursida kaget melihat kerumunan warga.

Ia lantas berhenti. Kemudian menerobos kerumunan warga. Ia ingin tahu masalah dari dekat. Dengan begitu, ia bisa mencari solusi. Rupanya, Mursida melihat seorang pejambret yang sudah terkulai lemas tak berdaya. Dia nyaris dihajar massa.

“Itu kebetulan karena melihat ada kerumunan, makanya saya turun. Ternyata ada jambret yang dipukuli massa karena tertangkap warga,”ujarnya.

Aksi Mursida juga pernah terekam saat memarahi supir truk yang membuang sampah sembarangan. Dalam tayangan video yang dibagikan oleh pengguna akun facebook Yuni Rusmini, nampak Mursidah mengomeli supir truk yang kedapatan membuang sampah di tepi jalan.

Tak tanggung-tanggung, Mursidah meminta supir truk tersebut untuk mengangkut kembali sampahnya ke atas truk.

“Tolong angkat lagi ke mobilnya sebelum saya ambil tindakan tegas, ini yang buat Palmerah jadi kotor,” tegas Mursida.

Supir truk langsung bergegas memunguti kantong-kantong plastik berisi sampah yang sudah dibuangnya tadi. Satu persatu diangkatnya kembali ke atas truk yang diparkirnya di pinggir jalan.

Banyak publik bangga melihat aksi-aksi Mursida. Dia memang sosok pemimpin yang tegas menegakkan aturan. Namanya kerap disamakan dengan Risma, Walikota Surabaya. Bahkan, sebenarnya Mursida lebih tegas dari Risma. Sekelas Camat, tapi Mursida menunjukkan kapasitasnya sekelas Kepala Daerah.

Tapi, ada juga yang iri melihat aksi Mursida itu. Beberapa menganggapnya sebagai pencitraan. Niat baik Mursida dan sikapnya yang ntentrik, kerap dikaitkan dengan motif tertentu.

Mursida membantah hal tersebut. Ia menolak disebut melakukan pencitraan. Menurutnya, sebagai aparat, dia harus memberikan contoh penegakan hukum kepada warganya. Sola jambret tadi, dia mengatakan pria tersebut bersalah karena menjambret.

Tapi Mursida tak ingin jangan sampai ada amuk massa. Menurutnya ini negara hukum. Tidka boleh main hakim sendiri. Mursida ingin memberi contoh kepada masyarakat, tidak boleh brutal.  Pelaku kejahatan harus diserahkan pihak kepolisian.

“Ini bukan pencitraan. Ngapain harus pencitraan. Saya sebagai Camat Pall Merah ini bukan untuk pencitraan. Tetapi untuk bekerja dengan penuh amanah. Tapi ingat, jangan bilang saya hanya bisa mengamankan jambret itu saja,” ujar Mursida.

Publik tentulah menanti aksi Mursida selanjutnya. Sikap pejabat seperti itulah yang disukai warga era milenial saat ini. Mungkinkah Mursida akan menjadi sosok pemimpin daerah kedepannya? (*)

News Feed