by

Fachrori Muncul di KPK

Sekda Lantik Menantu Gubernur jadi Kepala Samsat

Gubernur Jambi Fachrori Umar batal melantik 432 Pejabat Pemprov, kemarin. Fachrori mendadak ke KPK.  Proses pelantikan terpaksa diambil alih Sekda M Dianto.

———————-

Mengenakan jas serta dasi berwarna biru, Gubernur Jambi Fachrori Umar muncul di KPK RI, kemarin. Kedatangan Fachrori ke gedung merah putih itu tentulah mengejutkan. Ada apa gerangan? Padahal, disaat yang sama Fachrori sudah punya jadwal, melantik 432 pejabat Pemprov.

Fachrori tiba di KPK sekitar pukul 13.29 Wib. Ia terlihat terburu-buru masuk ke gedung KPK. Politisi Partai Nasdem itu datang sendirian, tanpa ditemani ajudan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan KPK menerima kedatangan Gubernur Jambi Fachrori Umar. Febri menampik kedatangan Fachrori bukan dalam rangka pemeriksaan.

Menurutnya, KPK sengaja mengundang Fachrori untuk menyampaikan program pencegahan korupsi. Pasca OTT tahun lalu, KPK RI terus memantau pengelolaan keuangan di Pemprov Jambi. KPK ingin memastikan APBD tak lagi menjadi bancakan. KPK harus memastikan roda pemerintahan berjalan dengan baik, bebas korupsi.

“Pimpinan menjelaskan rencana KPK tentang upaya pencegahan melalui program Koordinasi dan Supervisi Pencegahan,” kata Febri.

Menurutnya, selain Fachrori, KPK juga menerima kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Dalam pertemuan, KPK menyampaikan sejumlah programnya serta ucapan selamat atas pelantikan ketiga kepala daerah tersebut.

KPK juga menyampaikan ajakan agar penyelenggaraan pemerintahan dilakukan secara sederhana. Mereka juga mengajarkan cara menghilangkan praktek pelayanan berlebihan terhadap pemerintah pusat jika ada kunjungan ke daerah, penggunaan mobil dinas secara benar dan materi lain.

Gubernur Riau Syamsuar datang lebih dulu ke KPK sekitar pukul 12.45 WIB bersama Wakil Gubernur Riau Edi Natar Nasution. Syamsuar dan Natar datang dengan mengenakan pakaian lengkap setelah pelantikan di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Tiga puluh menit kemudian, yakni sekitar 13.13 WIB, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tiba di Gedung Merah Putih KPK. Khofifah yang mengenakan jas hitam datang didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

Lalu pada pukul 13.29 WIB, Gubernur Jambi yang baru dilantik Fachrori Umar pun datang. Kedatangan tiga Gubernur itu merupakan ajakan dari Mendagri Tjahjo Kumolo yang tertunda pada saat pelantikan lalu.

Karena itu, Gubernur Riau, Jambi dan Jawa Timur bersama-sama mendatangi Gedung KPK untuk berkomunikasi dan bersilaturahmi.

KPK berharap seluruh pimpinan daerah serius dan melaksanakan program pencegahan dengan itikad baik. Febri menjelaskan, pencegahan korupsi hanya akan berhasil jika dilakukan sepenuh hati.

KPK tidak ingin ada sikap setengah-setengah apalagi berpura-pura sehingga menjadi bersifat seremonial belaka. Ia pun mengingatkan banyak kepala daerah yang ditangkap pasca-kerjasama.

Terpisah, Sekda M Dianto terpaksa mengambil alih proses pelantikan pejabat Pemprov. Total pejabat yang dilantik dan dikukuhkan 432 orang, terdiri dari 421 orang pejabat struktural dan 11 orang pejabat fungsional.

Dari 421 orang pejabat struktural tersebut, 344 orang dilantik dan 77 orang dikukuhkan. 344 orang yang dilantik terdiri dari 79 orang eselon III, 213 orang eselon IV, dan 52 orang TU sekolah. Dari 77 orang yang dikukuhkan, 2 orang eselon II, 24 orang eselon III, dan 51 orang eselon IV.

Selain itu, ada pemberhentian dari jabatan, yakni 3 orang eselon III 4 orang eselon 4. Yang pensiun 19 orang, terdiri dari 6 orang eselon III dan 13 orang eselon IV. 11 orang mengundurkan diri, yakni 2 orang eselon III, dan 9 orang eselon IV. Lalu, 7 orang yang mutasi ke jabatan fungsional, terdiri dari 2 orang eselon III dan 5 orang eselon IV.

Menariknya, nama menantu Gubernur Jambi Fachrori Umar,  M Ariansyah muncul dijajaran pejabat yang dilantik, siang itu. Bekas ajudan Sekda Syahrasaddin itu dilantik diposisi cukup basah, sebagai Kepala UPTB Samsat Kota Jambi. Ariansyah menggantikan Makruf yang digeser ke Sekretaris Dinas ESDM. OPD itu berada dibawah Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi.

Munculnya nama menantu Fachrori itu ramai diperbincangkan. Ada yang pro, tidak sedikit yang berpsekulasi. Namun, publik berharap proses pelantikan bersih dari praktik KKN.

Sekda Provinsi Jambi M Dianto menjelaskan, pelantikan merupakan suatu kebutuhan untuk meningkatkan kinerja OPD. Selain itu, bertujuan untuk mengisi kekosongan pejabat yang pensiun.

Sekda mengklaim, proses pelantikan berasal dari pertimbangan Baperjakat. Kompetensinya menyangkut intelektual dan kemampuan manajerial. Terpenting, kata dia, sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Seorang pemimpin tidak hanya dituntut dalam kecakapan memimpin, melainkan juga harus memiliki integritas, loyalitas, kejujuran dan tanggung jawab,” pesannya.

“Apalagi sekarang adalah tahun politik, beberapa bulan kedepan kita akan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) secara serentak. Saya mengimbau semuanya untuk tetap menjaga situasi dan kondisi, serta menjaga netralitas kita sebagai ASN,”imbuhnya.

Masih dihari yang sama, Istri Fachrori turut dilantik sebagai Ketua TP PKK Provinsi Jambi. Sejak kemarin, Rahima resmi menyandang gelar first lady Jambi.

Sebagai First Lady, Rahima juga tengah sibuk dalam proses pencalegan sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi. Rahimah maju sebagai caleg dari partai Nasdem dari dapil Bungo-Tebo. Publik berharap, proses pencalegan yang akan banyak menguras waktu, tidak mengganggu kerja-kerja Rahima sebagai Ketua TP PKK Provinsi Jambi. (*)

News Feed