by

Jalan Garbi

Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi)

GERAKAN Arah Baru (Garbi) tak pernah diam. Seperti namanya, Gerakan. Mereka terus bergerak. Berlari. Dipelopori oleh pemuda muslim. Garbi mengusung ruh perubahan bagi masyarakat. Mengusung arah baru bagi bangsa Indonesia.

Deklarasi dimana-mana. Ditiap daerah. Dari sabang sampai merauke. Tak pernah berhenti. Kelahirannya disambut antusias. Pun di Jambi.

Awal pekan lalu misalnya, 5 Februari 2019 Garbi Jambi menggelar kajian. Tema yang dikaji sangat penting “Peradaban Dunia Islam”. Pengkaji adalah H. Abdullah Firdaus, Lc.,MA.,P.hD. Yang juga dosen UIN STS Jambi itu.

Yang datang ramai. Masjid Hidayatullah seberang kuburan China itu penuh sesak. Garbi memang tidak sembarang mendatangkan pemateri. Untuk mengulas serial peradaban Islam itu, Garbi mengundang orang yang memang punya kapasitas kelimuan dibidangnya.

Abdullah Firdaus adalah doktor jebolan Universitas Kebangsaan Malaysia. Ia lulus doktor setelah mempertahankan disertasi “Agama dan Negara dalam Gagasan Pembaharuan Muhammad Iqbal dan Muhammad Natsir”.

Dalam kajiannya, Abdullah Firdaus menegaskan bahwa peradaban akan dipersilih-gantikan. Dan biasanya, peradaban yang menyemai kedamaian diatas bumi akan bertahan. Sedangkan peradaban yang membuat kerusakan akan dibinasakan.

“Peradaban Islam akan bertahan karena menyemai kedamain,”ujarnya.

Mereka yang sebagiannya anak-anak muda itu berbondong-bondong datang ke masjid. Untuk mendengarkan kajian.

Meski baru seumur jagung. Garbi Jambi memang konsen melakukan kajian. Tujuannya untuk menambah kapasitas masyarakat. Terutama dikalangan kelompok kaum muda.

Selama ini, seperti diungkap Ketua Garbi Provinsi Jambi Juanda, anak-anak muda kurang memperoleh perhatian. Ruang-ruang diskusi jarang dibuat. Anak-anak muda tidak diberi panggung. Akibatnya, kaum muda minim kapasitas. Sehingga mudah dilindas.

“Ini fenomena umum di tengah masyarakat kita,”ujar pria yang akrab disapa Ustad itu.

Kelahiran Garbi pun, kata dia, tak lepas dari kegelisahan anak muda. Yang gelisah melihat arah bangsa yang kian tak menentu. Kegelisahan atas kondisi umat Islam. Kegelisahan atas kondisi penegakan hukum. Kegelisahan atas kondisi pengelolaan sumberdaya alam.

“Serta banyak lagi pokok-pokok permasalahan yang ada di Indonesia, khususnya di Jambi,”ujarnya.

Oleh karena itu, Ustad Juanda menegaskan Garbi lahir memberikan sumbangsih pemikiran, bagi perbaikan bangsa dan masyarakat. Mau maju?

“Gabung Garbi,” singkatnya. (*)

News Feed