by

Prabowo Naik Jokowi Turun

Survei LSI di Pemilih Muslim

MENDEKATI April 2019, tren pemilih Muslim ke Prabowo-Sandi merangkak naik. Sebaliknya, tren pemilih muslim ke Jokowi-Ma’ruf, turun. Pasangan Jokowi-Ma’ruf masih menang telak di kelompok pemilih Non Muslim. Berikut hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis, Kamis kemarin.

Pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendapat lebih banyak dukungan dari pasangan Jokow Widodo -Ma’ruf Amin di kantong suara pemilih terpelajar atau terdidik.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan Prabowo-Sandi mendapat dukungan suara 44,2 persen pemilih terpelajar. Sedangkan Jokowi-Ma’ruf hanya mendapat dukungan sebesar 37,7 persen.

“Meski unggul, keunggulan Prabowo-Sandi hanya di bawah 10 persen. Ada sebesar 18,1 persen pemilih kalangan terpelajar yang belum menentukan pilihan,” kata Adjie di kantornya, Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Menurut Adjie, pada survei Agustus 2018 dukungan pemilih terpelajar pada Jokowi-Ma’ruf berada di angka 40,4 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 44,5 persen.

“Dukungan terhadap Prabowo-Sandi cenderung stabil dalam lima bulan terakhir,” ujarnya.

Adjie menjelaskan meski populasi kantong pemilih terpelajar dalam survei hanya sebesar 11,5 persen, kelompok pemilih yang memiliki jenjang pendidikan kuliah strata satu ke atas ini dinilai penting.

Hal ini disebabkan karakteristik kantong pemilih ini yang cenderung kritis dan berani mengevaluasi kinerja pemerintahan.

“Sehingga Prabowo-Sandi unggul dalam populasi ini. Pemilih terpelajar cukup penting karena mampu mempengaruhi opini publik,” ujarnya.

Hasil survei LSI juga menunjukkan dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf mengalami penurunan di kantong pemilih Muslim.

Adjie menjelaskan ada tren penurunan yang dialami Jokowi-Ma’ruf dari survei serupa pada Agustus 2018, dengan survei terakhir yang dilakukan pada akhir Januari 2019.

“Pada Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di kantong pemilih Muslim mencapai 52,7 persen. Survei terkini di akhir Januari 2018, dukungan dari kantong pemilih Muslim ke Jokowi-Ma’ruf sebesar 49,5 persen,” kata Adjie.

Di sisi lain, Adjie mengatakan dukungan kantong pemilih Muslim terhadap Prabowo-Sandi cenderung meningkat jika dibandingkan survei lima bulan lalu.

Pada Agustus 2018, dukungan ke Prabowo-Sandi di kantong pemilih Muslim hanya 27,9 persen. Sedangkan saat ini dukungan mencapai angka 35,4 persen.

“Namun, secara total Jokowi-Ma’ruf masih unggul di atas dua digit dari Prabowo-Sandi di kantong pemilih Muslim,” ujarnya.

Saat ini di kantong pemilih Muslim, Jokowi-Ma’ruf kata Adjie masih unggul dengan 49,5 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi berada di angka 35,4 persen, dan undecided voterssebesar 15,1 persen.

Adjie menilai tren penurunan dukungan Jokowi-Ma’ruf di kantong pemilih Muslim lantaran mantan Wali Kota Solo ini masih dianggap tak ramah terhadap Islam. Selain itu, ada pula framing isu terkait hal tersebut yang muncul ke publik.

“Kenapa Jokowi terjadi penurunan karena akibat dari kampanye framing isu hingga muncul ke publik Jokowi tak ramah terhadap Islam. Sentimen Islam dikaitkan dengan paslon 02,” kata Adjie.

Sementara itu, tren kenaikan dukungan kepada Prabowo-Sandi disebut dipengaruhi beberapa faktor seperti dukungan Persaudaraan Alumni 212, hingga tokoh-tokoh agama.

Di daerah kantong suara pemilih non muslim atau minoritas dengan populasi pemilih 15 persen, Jokowi-Ma’ruf Amin unggul telak 86,5 persen dan Prabowo-Sandiaga Uno 4,7 persen. Sementara, yang belum menentukan pilihan sebesar 8,8 persen.

Secara keseluruhan, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf berada pada angka 54,8 persen. Sementara elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 31,0 persen.

“Mereka yang belum menentukan pilihan sebesar 14,2 persen. Sejak bulan Agustus 2018, elektabilitas kedua pasangan calon bergerak fluktuatif dari bulan ke bulan, namun tak signifikan baik peningkatan maupun penurunannya,” ujar Adjie.

Adjie melanjutkan, selisih elektabilitas kedua pasangan calon juga cenderung stagnan di atas 20 persen dengan keunggulan Jokowi-Ma’ruf.

Survei LSI Denny JA dilakukan pada 18-25 Januari 2019 dengan melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner.

Ada pun margin of error dari survei ini sebesar 2,8 persen. LSI Denny JA juga disebut melakukan riset kualitatif untuk memperkaya analisa survei melalui metode FGD, analisis media, dan indepth interview. LSI Denny JA mengklaim survei ini dibiayai sendiri. (*)

News Feed