by

Najwa Shihab Masa Nggak Netral?

DARI debat perdana kemarin, sampai sekarang udah mau debat capres yang kedua, kayaknya kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang paling sering protes nih. Dari yang waktu itu minta ganti panelis, dan sekarang ada indikasi ingin menolak salah satu calon mederator. Hmmm, insecure banget sih? Hehehe.

Yup, waktu keluar nama Najwa Shihab sebai salah satu calon moderator untuk debat kedua Pilpres 2019, beberapa pihak BPN ada yang menolak. Kenapa? Katanya karena Najwa tuh berpotensi memihak ke petahana.

Najwa itu kan pernah bertahun-tahun menjadi jurnalis di Metro TV. Punya siapa ya itu? Betul, Surya Paloh. Surya Paloh mendukung siapa? Betul, Jokowi-Ma’ruf. Tapi masalahnya, sekarang Najwa kan udah nggak di Metro.

Berbeda dengan BPN, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin malah mendukung usulan Najwa menjadi moderator. Juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily menilai, Najwa adalah presenter yang teruji kapasitasnya dalam memandu debat-debat politik di media televisi.

Menurutnya, Najwa itu selalu profesional dalam memandu debat. Sangat proporsional dalam memberikan kesempatan kepada kedua kubu.

Kalau eik pribadi sih mikirnya ya, Najwa itu memang presenter yang pintar dalam mengorek narasumber. Seru aja gitu kalau nonton dia. Kecuali ketika Najwa mewawancarai keluarga besar Jokowi beberapa waktu lalu. Kok ya kurang greget gitu rasanya? Masa Najwa puas dengan jawaban ‘biasa aja’? Coba deh nonton, apa yang bisa kita petik dari wawancara yang kebanyakan jawabannya ‘biasa aja’? Coba tolong jelaskan! Hehehe.

Tapi ya, sebagai jurnalis yang sudah punya nama, apalagi sudah banjir penghargaan dari mana-mana, Najwa tentu tidak ingin diam saja melihat pro-kontra yang terjadi. Doi menegaskan, kalau dirinya selalu menjunjung independensi sebagai jurnalis.

Gubernur Anies Baswedan dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno yang dulu pernah dimoderatori Najwa di debat Pilgub 2017 pun menyetujui netralitas Najwa sebagai presenter. Anies bahkan mengapresiasi ketajaman Najwa dalam bertanya.

Hingga saat ini, kehadiran Najwa masih pro-kontra. BPN sendiri yang awalnya bilang nggak setuju, sekarang malah mengaku galau, belum bisa memutuskan akan menerima atau menolak.

Yowis, semoga galaunya nggak kelamaan. Atau kalau udah bener-bener bingung memutuskan, mungkin bisa coba bikin voting di sosmed. Biar rakyat yang menilai. Cie gitu… (***)

Sumber: Pinter Politik

News Feed