by

Pengurangan Kantong Plastik Efektif Edukasi Masyarakat

JAMBI – Langkah Pemkot Jambi melakukan pengurangan penggunaan kantong plastik di pasar swalayan di kota itu efektif mengedukasi masyarakat untuk membawa kantong belanja dari rumah masing-masing.

“Awalnya memang kaget, sempet kesel juga tak dikasih kantong plastik. Tapi kemudian jadi terbiasa bawa kantong dari rumah dan sadar untuk mengurangi sampah plastik,” kata Ny Enny, salah seorang warga di Sukakarya Kota Baru Kota Jambi, Kamis (17/1/2019).

Sejak 1 Januari 2019, pemerintah Kota Jambi mengeluarkan peraturan pembatasan penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan dan swalayan di kota itu.

Wali Kota Jambi mengeluarkan peraturan Nomor 61 Tahun 2018 tentang pembatasan penggunaan kantong plastik itu, sekaligus langkah tegas dari komitmen pemerintah daerah  menekan penggunaan kantong plastik di kota itu.

“Bila sudah terbiasa ya tidak ada masalah. Pembeli sih tergantung penjual juga dikasih atau tidak kantong plastik. Tapi harus dijalankan konsisten,” kata perempuan yang juga pendidik itu.

Ia menyebutkan, kebijakan pemerintah daerah itu juga idealnya disampaikan kepada para siswa di sekolah sebagai edukasi kepada mereka terkait penggunaan kantong plastik secara bijak.

“Kebetulan saya pendidik, saya sampaikan juga kepada siswa. Mereka harus terbiasa dengan tidak menggunakan kantong plastik berlebihan,” katanya.

Pemkot Jambi sendiri tidak melarang penggunaan kantong plastik, namun mengarahkan warganya  menggunakan kantong plastik secara bijak dan tidak berlebihan untuk menekan sampah plastik.

“Saya rasa penjelasan petugas di pusat perbelanjaan dan di swalayan itu sangat efektif, tapi harus konsisten,” katanya.

Sementara itu warga lainnya, Agus Suryanto menyebutkan penggunaan kantong plastik sangat efektif. Ia berharap selain ada upaya pengurangan penggunaan kantong plastik juga dicarikan bahan lain yang bisa menggantikan kantong plastik, atau bahannya terbuat dari bahan yang ramah lingkungan.

“Memang penggunaan kantong plastik secara bijak itu harus, namun idealnya ada upaya mendapatkan kantong sejenis dari bahan yang ramah lingkungan,” kata Agus. (*)

News Feed