by

Soal Pencekalan, Begini Kata Kepala Kantor Imigrasi Jambi

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan 12 tersangka anggota DPRD Provinsi Jambi dan satu orang pengusaha yakni Asiang pada 28 Desember 2018 lalu. Hanya saja, Kantor Imigrasi TP 1 Jambi tidak mengetahui status 13 tersangka sudah dicekal atau tidak. Pasalnya kewenangan tersebut dimiliki oleh penyidik ataupun lembaga pusat yang menanganinya.

Diberitakan Jamberita (media partner Jambilink), Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jambi Heru Santoso menyampaikan bahwa yang berwenang memberikan pencekalan terhadap seseorang yang melakukan tindak pidana adalah penyidik.

“Sesuai undang-undang penyidik disini bisa dari Kepolisian, Kejagung termasuk KPK. Nantinya, akan diteruskan ke Dirjen Imigrasi yang selanjutnya diteruskan ke data base imigrasi di seluruh Indonesia,” katanya.

Heru menjelaskan bila yang bersangkutan mencoba melarikan diri keluar negeri maka akan bisa dilakukan tindakan pencekalan. “Pasti akan ketahuan, karena data base pencekalannya sudah ada di Dirjen Imigrasi,” terangnya.

Namun, dia mengakui hingga saat ini dirinya masih belum mengetahui dari semua tersangka yang diumumkan pihak KPK disinyalir ada yang melarikan diri. Ini dikarena sifat bandara di Jambi yang belum berskala Internasional sehingga pihaknya tidak bisa melakukan pemeriksaan berpergian secara by name by address.

“Di Jambi bandara penerbangannya tidak bandara internasional. Karena, bandara internasional sudah ada imigrasi disana. Sedangkan bandara Jambi tidak ada imigrasinya,” jelasnya.

Oleh karenanya, Heru menyebut pihak imigrasi Jambi tidak bisa membuka data base tersebut, kecuali orang yang bersangkutan mau berangkat ke luar negeri dan melalui titik imigrasi.

“Nah baru disitu nanti akan ketahuan, karena akan muncul nama para tersangka yang dicekal oleh penyidik untuk dilarang berpergian ke luar negeri,” tambahnya.

Meski mereka memiliki paspor, kata Heru, pihaknya tidak mengetahui keberadaan para tersangka, apa masih di dalam negeri atau sudah ke luar negeri. “Jadi kami masih belum tahu keberadaan para tersangka. Tanya saja kepada penyidik KPK,‚ÄĚ pungkasnya. (afm)

News Feed