by

Pasca Didzalimi dengan Isu Politik, Elektabilitas SAH Justru Meningkat

PASCA didzalimi dengan berbagai isu politik yang menyerangnya, ketokohan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) justru mendapat simpati yang luas dari masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan peneliti senior Lembaga Kajian Persepsi Regional (LKPR) Aulia Fadli di Serang (4/12) beberapa waktu lalu.

“Konstruksi elektabilitas itu tidak sesederhana itu, isu memang sering menjadi domain utama dalam membentuk ataupun mereduksi elektabilitas seseorang, tetapi butuh faktor lain, tidak hanya isu murahanĀ  yang disebarkan secara terbatas,” ungkapnya.

“Karena menurutnya tidak bisa isu yang dimainkan seseorang elektabilitas seorang politisi langsung jatuh, itu hanya asumsi yang belum terbukti, masyarakat juga makin kritis menilai,” tukas Aulia di sela-sela kegiatan persiapan quick count pemilu.

Demi membuktikan argumennya ini Aulia Fadli mengaku lembaga sering melakukan komparasi data penelitian tentang efek isu negatif tersebut terhadap elektabilitas, ternyata hasilnya tidak terlalu signifikan, atau masyarakat tidak terpengaruh dengan isu karena mereka melihat domain lain seperti kinerja dan hubungan personal, jelasnya.

Bahkan peneliti senior ini mencontohkan dalam pilkada ataupun pencalegan banyak kasus mereka yang jelas-jelas bermasalah secara hukum malah terpilih, ini artinya manajemen isu negatif tidak berperan apa-apa, ini hasil penelitian kami, bukan sekedar asumsi dangkal yang dibangun tanpa melihat dan mengkaji secara ilmiah.

Bahkan Aulia Fadli mengingatkan pihak-pihak yang memainkan isu untuk menyerang elektabilitas seseorang siap-siap untuk kecewa, karena semangkin gencar isu ini, akan juga melahirkan preferensi pendzaliman terhadap yang bersangkutan, akibatnya orang malah bersimpati, tuturnya.

Sehingga selaku peneliti Aulia Fadli mengaku manuver berbagai kelompok tentang SAH tidak akan berpengaruh apa-apa, malah akan membuat masyarakat bersimpati, pungkasnya. (*)

News Feed