oleh

SAH Dorong Inisiatif Masyarakat dalam Peningkatan Literasi dan Budaya Membaca di Provinsi Jambi

LAPORAN dari lembaga dunia yang kompeten, menunjukkan bahwa indeks minat baca dan tingkat literasi masyarakat Indonesia masih sangat rendah dan memprihatinkan. Pernyataan ini disampaikan oleh Sutan Adil Hendra (SAH) selaku Pimpinan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan.

Berbicara di acara peningkatan literasi bagi tokoh masyarakat (3/11) di Hotel Shang Ratu kemarin, Anggota DPR RI daerah pemilihan Jambi tersebut mengatakan laporan dari UNESCO badan dunia PBB untuk pendidikan misalnya, merilis data yang menunjukkan bahwa indeks minat baca di Indonesia hanya 0,001.

“Angka 0,001 itu artinya dari seribu orang Indonesia, hanya ada satu yang memiliki minat baca. Ingat, ini hanya “minat baca”.

Belum tentu ia suka membaca. Dan belum tentu juga ia suka membaca tulisan-tulisan berkualitas apalagi karya-karya akademik-ilmiah, jelasnya.

Selain itu SAH juga menambahkan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) juga pernah melansir hasil survei yang menunjukkan, kemampuan membaca, berhitung, dan pengetahuan sains anak-anak Indonesia masih di bawah negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand, dan sejajar dengan negara-negara miskin di Afrika.

Maka konsekuensinya menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra ini terlihat dari indeks membaca dan tingkat literasi orang dewasa yang juga rendah, data ini berdasarkan laporan OECD, tentang rendahnya hasil tes kompetensi sukarela untuk orang dewasa.

Bahkan dari 40 negara yang dites, Indonesia berada di posisi paling buntut. Menurut World Economic Forum, tingkat literasi dasar yang perlu dikuasai oleh orang dewasa meliputi kemampuan baca-tulis, literasi numerasi atau berhitung, literasi finansial (keuangan), literasi sains, literasi budaya dan kewarganegaraan, serta literasi informasi teknologi dan komunikasi atau digital, jelas panjang lebar.

Berkaca dari masalah ini SAH mengaku pihaknya selalu mendorong berbagai program untuk meningkatkan kemampuan membaca dan literasi masyarakat di Provinsi Jambi. Salah satu upaya ini dengan jalan mengelar berbagai kegiatan yang memberikan pemahaman tentang literasi kepada masyarakat.

“Kita mulai dari upaya penyadaran tentang penting budaya literasi dan membaca di masyarakat, harapannya masyarakat bisa termotivasi untuk melakukan pengembangan literasi dalam lingkungan mereka secara mandiri dan partisipatif, karena literasi ini merupakan budaya yang harus tumbuh dari masyarakat sendiri, peran kita hanya mendorong dan memfasilitasi,” tandasnya. (*)

News Feed