oleh

Kegigihan Murady Memburu Cinta

BERBICARA tentang pejabat atau pengusaha pasti tak akan jauh-jauh dari politik atau prestasi mereka dalam memimpin. Kebanyakan masyarakat hanya akan melihat satu sisi saja, dari pihak lelaki saat berhasil mendapatkan suatu prestasi. Padahal di balik keberhasilan tersebut ada sosok di balik mereka yang begitu tangguh yakni istrinya.

Seperti itulah yang dirasakan Murady Darmansyah. Murady malah punya cerita tersendiri ihwal asamaranya dengan sang Istri, Suryaning Kusumawati atau akrab disapa Naning, kembang Kota Surabaya ini. Istrinya rela ke sana ke mari menemani Murady berpergian di berbagai acara. Naning jugalah yang selalu ada menghibur dan mendukung Murady saat ada banyak masalah. Sungguh romantis sekali.

Kisah cinta Murady dan Naning patut untuk dijadikan panutan karena keromantisannya yang tidak lekang oleh waktu. Ke manapun seorang Murady pergi pasti menemukan sesosok wanita yang selalu berada di sampingnya terus. Dia adalah Naning, istrinya. Kisah cinta mereka mulai bersemi saat Naning masih remaja. Sama seperti remaja-remaja lainnya, Murady jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sayang hubungan mereka harus melalui banyak rintangan karena ternyata cinta Murady hanya bertepuk sebelah tangan.  Meski begitu Murady tak menyerah, dia tetap gigih memperjuangkan cintanya dan perjuangan itu berbuah manis. Murady berhasil menyunting Naning. Buah dari pernikahannya tersebut mereka dikaruniai 3 anak.

“Waktu saya nikahi dulu, istri saya mungkin masih muda tapi pandangannya sangat matang. Dia adalah istri yang baik, menjaga rumah saya tetap rapi dan bersih, mencuci dan memasak,”kata Murady sambil tersenyum.

Dengan dorongan dan dukungan istrinya, pengusaha sukses di Surabaya itu kini kembali terjun ke politik. Murady bergabung ke Gerindra untuk memenangkan Prabowo menjadi Presiden dan berikhtiar menuju senayan sebagai caleg DPR dapil Jambi.

Apa yang dilakukan Murady merupakan panggilan untuk ikut memperbaiki bangsa. Sebab, secara finansial Murady sudah sangat berkecukupan. Di senayan, Murady tidak berniat mencari pekerjaan. Tapi mengabdi. Sebab, kini Murady merupakan komisaris di sejumlah perusahaan yang dirintisnya.

Salah satunya menjalankan sebuah perusahaan yang terlibat dalam konstruksi proyek-proyek militer.

“Beberapa orang berpikir saya sangat sukses, tapi saya merasa kebahagiaan terbesar berasal dari keluarga. Saya pulang sehari-hari tepat pada waktunya agar bisa jalan-jalan dan makan bersama istri dan anak. Saya merasa hidup seperti ini sangat bahagia,”ujarnya. (*)

News Feed