oleh

SAH: Pustaka Bukan Hanya Tempat Buku, Tapi Wahana Kemajuan Bangsa

PIMPINAN Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) menyayangkan sebagian cara pandang masyarakat yang melihat pustaka hanya sebagai tempat untuk menyimpan buku dan bukan sebagai pintu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pernyataan SAH ia sampaikan ketika melakukan dialog literasi dalam kaca mata anggaran dalam APBN 2019 di Jakarta (22/11) kemarin. Menurutnya cara pandang yang salah ini merupakan cerminan tentang dangkalnya fungsi pustaka di masyarakat.

“Kita termasuk para pengambil kebijakan di daerah masih memiliki cara pandang yang dangkal terhadap fungsi pustaka sebatas tempat menyimpan buku, dibanding sebagai wahana olah pikir, kreativitas dan tata nilai pendidikan masyarakat.”

Akibat cara pandang ini SAH menjelaskan keberadaan pustaka khususnya di daerah hanya menjadi pelengkap nomenklatur pemerintahan, dan tidak pernah dipikirkan secara serius bagaimana pemberdayaan pustaka secara lebih baik, khususnya dalam meningkatkan Literasi masyarakat.

Sehingga muara dari ini semua literasi dalam dunia pendidikan kita menjadi terhambat, proses pembelajaran berjalan, tapi tidak begitu sejalan dengan peningkatan daya saing bangsa.

“Deal-nya pembelajaran yang berjalan diiringi dengan berapa banyak buku yang telah dibaca, karena ini yang membentuk pola pikir, kualitas dan daya saing masyarakat, bukan gelar sarjana atau ijazah,” ungkapnya .

Dalam rangka menyikapi ini Anggota Fraksi Gerindra DPR RI tersebut mengatakan pihaknya telah memperjuangkan dukungan anggaran untuk revitalisasi perpustakaan, bagaimana ada edukasi untuk memberi kesadaran tentang fungsi pustaka sebagai pintu masuk upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tandasnya. (*)

News Feed