oleh

Harga Ayam dan Telur di Jambi Merangkak Naik, Begini Saran Murady

HARGA ayam potong dan telur di Kota Jambi mulai merangkak naik beberapa hari ini. Harga ayam potong di Pasa Angso Duo Modern mencapai Rp 29 ribu perkilo dari harga sebelumnya Rp 27 Ribu.

Sementara harga telur ayam naik menjadi Rp 1.300 oer butir. Harga-harga ini berkemungkinan akan terus mengalami kenaikan.

Murady Darmansyah, pengusaha asal Kerinci ini mengatakan kenaikan harga sejumlah komiditas itu bisa jadi karena faktor menjelang pergantian tahun.

Namun, Murady berpesan agar masyarakat dan pedagang tidak perlu resah. Ia mengatakan bahwa harga telur ayam dan ayam potong sudah punya ketentuan tersendiri dari Pemerintah. Bahwa sejak 1 Oktober 2018 lalu, Pemerintah lewat Menteri Perdagangan sudah menerbitkan regulasi tentang batas atas dan batas bawah harga telur maupun ayam.
Sehingga, pedagang tidak bisa menaikkan harga seenaknya.

“Untuk harga acuan di tingkat konsumen ditetapkan pemerintah Rp23.000 per kg untuk telur. Sedangkan untuk ayam ditetapkan Rp34.000 per kg. Masyarakat harus tahu hal ini,”katanya.

Meski demikian, Murady meminta pemerintah lebih bijak. Penetapan batas atas dan batas bawah seharusnya mengacu pada standar pasar dilapangan.

“Hitung-hitungannya harus tepat. Kalau terlalu tinggi, sebaiknya ya bisa di turunkan. Agar beban masyarakat tidak terlalu berat. Atau harus ada intervensi pasar,”katanya.

Murady pun mengakui, kenaikan harga telur ayam tersebut tak hanya merisaukan konsumen, melainkan juga pasti menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang. Selain semakin sulit menjualnya para pedagang juga akan mengalami kesulitan dalam memperoleh telur ayam tersebut.

Kesulitan itu semakin diperparah dengan tak mampunya para pedagang menambah modal jualannya.

“Ini problem. Semakin mahal harga semakin sedikit jumlah produksi,” ujarnya.

Seperti diketahui, selepas Lebaran sampai sekarang ritmenya naik terus, tidak ada penurunan harga.

“Otomatis pedagang naikkan harga karena mereka terima itu harganya sudah tinggi, enggak mungkin pedagang jual rugi. Ini masalahnya,” imbuhnya.

Minimnya produksi ayam petelur bisa jadi menurut Murady menjadi penyebab kenaikan harga telur ayam tersebut.

“Yang pertama kalau bicara soal telur itu enggak bisa lepas dari ayam dan ayam ini sebenarnya bermasalah. Ujung pangkal persoalannya ada di ayam sebenarnya,” terangnya.

Selain itu, harga pakan ayam ada yang mengikuti dollar Amerika Serikat. Pelemahan rupiah sekarang ini tentu saja membuat distribusi pakan jadi terganggu dan tentu saja menurunkan produksi peternak. (*)

News Feed