oleh

Kisah Asmara Murady dan Naning, Sang Kembang Kota Surabaya

Atas Campur Tangan Pak Lurah

GADIS, kembang desa kelurahan di Kota Surabaya ini, awalnya tak kenal Pak Murady, tapi tekad Murady muda yang membara, sampai-sampai “Pak Lurah” pun ikut diloby untuk mendapatkan pujaannya, Naning, kembang kelurahan di Kota Surabaya ini. Kisah asmara Murady dan Istrinya Naning cukup panjang, berliku-liku, penuh perjuangan.

Suryaning Kusumawati atau akrab disapa Naning dinikahi Murady Darmansyah 27 Oktober 1997 silam, atau setahun menjelang pecah reformasi. Kembang desa Kota Surabaya ini dipersunting setelah proses pendekatan yang cukup panjang, penuh liku. Sampai-sampai pak Murady terpaksa meminta bantuan Pak Lurah.

Naning Asli suku Jawa. Kembang desa ini merupakan sarjana Akuntansi. Di tempat kelahirannya, nyaris tak ada yang tidak mengenali Naning, kembang desa itu.

Cantik, kulit seputih susu dan pintar menyanyi ini membuatnya banyak dilirik oleh kaum adam. Dengan banyak pria yang memuja rasanya gampang bagi Naning untuk memilih pasangan hidup. Namun nyatanya, Naning malah kecantol dengan seorang pengusaha, Murady Darmansyah.

Saat bertemu Naning, Murady memang sudah dikenal sebagai seorang pengusaha sukses. Murady adalah pengusaha di bidang perminyakan, perkapalan dan kontruksi di Indonesia. Usahanya paling banyak berada di Surabaya. Murady banyak mengerjakan proyek-proyek Pertamina dan Proyek Militer. Di Surabaya, Murady punya beberapa SPBU dan kapal angkut. Dari sinilah, Murady kemudian bertemu dan menjalin cinta dengan pujan hatinya, Naning.

“Waktu itu, pak Murady sering menawarkan tumpangan saat saya pulang kuliah, tapi saya selalu menolak,”ujar Naning mengisahkan awal kedekatannya dengan Murady.

Kegigihan Murady mendekati akhirnya membuat hati Naning pun luluh. Awalnya mereka mulai saling tukar nomor HP. Tapi, setelah keduanya saling memegang nomor kontak, Murady dan Naning belum langsung dekat. Dari sinilah pak Lurah mulai berperan. Lewat Pak Lurah keduanya mulai menjalin kontak dan membuat janji untuk bertemu. Atas saran pak Lurah, akhirnya mereka bertemu di salah satu tempat yang tidak jauh dari rumah Naning.

“Waktu pertemuan memang tidak lama, namun kesan pertama, saat itu suami saya tidak malu-malu, malah saya yang malu-malu,” ungkap Naning sambil tersenyum.

Setelah pertemuan pertama, mereka berdua lebih sering lagi berhubungan melalui handphone, sehingga semakin dekat, dan mengadakan pertemuan berikutnya.

“Pada saat pertemuan berikutnya, kita mulai jalan bareng. Saat itu, suami saya ini menyatakan cinta ke saya, saya juga sebenarnya sudah punya firasat kalau dia suka sama saya dari sering menawarkan boncengan,,, hehehe,” kata sambil tersenyum.

Setelah merasa ada kecocokan, mereka memutuskan menikah. Kini, dari pernikahannya dengan Naning, Murady dikaruniai tiga orang anak yang kini tengah kuliah di AS. Bersambung… (*)

News Feed