oleh

Dinamika Politik Sum Indra

Oleh Yulfi Alfikri Noer S.IP., M.AP

SEPERTI air yang mengalir, dinamika kehidupan manusia sejatinya terus bergerak dan harus terus bergerak. Jika perubahan itu merupakan hukum alam, maka cara manusia mengelola perubahan itu agar menjadi lebih baik, lebih berguna, lebih positif, lebih bernilai, serta lebih maju merupakan hukum manusia. Oleh karena itu, ia dituntut mempunyai kompetensi, kapabilitas dan integritas dalam mengelola (management) berbagai sumber daya itu dengan berbagai cara, metode, teknik, strategi dan sistem yang dibuat dan diciptakan.

Dan Nimmo, dalam komunikasi Politik menyebut; orang tidak dilahirkan dengan kepercayaan, nilai dan pengharapan politik. Namun mereka menyusunnya secara berkesinambungan jika dihadapkan pada rangsangan politik. Salah satu tingkat dalam tahap penyusunan personal ini terdiri dari segala sesuatu yang dapat dipelajari orang melalui komunikasi politik. Belajar politik berlangsung sepanjang hidup manusia normal melalui proses yang disebut sosialisasi politik. Sosialisasi politik merupakan suatu proses pembentukan sikap dan orientasi politik setiap anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik di dalam suatu negara. Ini merupakan salah satu fungsi-fungsi input sistem politik yang berlaku di negara-negara manapun juga baik yang menganut sistem politik demokratis, otoriter, diktator dan sebagainya. Implementasi sosialisasi politik, sangat ditentukan oleh lingkungan sosial, ekonomi dan kebudayaan di mana seseorang atau  individu berada. Selain itu juga, ditentukan oleh interaksi pengalaman-pengalaman serta kepribadian seseorang.

Terkait tahun politik yang sudah di depan mata dan begitu banyak bermunculan tokoh-tokoh muda baik yang sudah dikenal oleh masyarakat luas maupun kalangan terbatas,penulis tertarik mengamati figur seorang kandidat Calon anggota  DPD RI, yang pernah menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kota Jambi dan Wakil Walikota Jambi periode 2008-2013. Siapa yang tidak mengenal Muhammad Sum Indra atau yang lebih dikenal dengan nama M. Sum Indra?  Ya, Mantan Wakil Walikota ini adalah sosok yang tegas, berwibawa dan sangat mengerti kebutuhan masyarakat Jambi.

Dibalik kehebatan laki-laki, ada tangan-tangan perempuan yang membantunya. Sosok dibalik kesuksesan beliau ini adalah istrinya, Luthfi Chalisya Indra dan telah dikarunia tiga orang anak. Bang Sum sapaan akrab warga kota Jambi, tidak pernah memiliki cita-cita untuk menjadi politisi. Lahir dan tumbuh dalam lingkungan dunia pendidikan membuat Sum Indra ingin sekali menjadi pengajar dan berbagi ilmu dengan anak didiknya. Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan beliau pernah menjadi ketua STMIK dan STISIP  NH dan pengelola yayasan pendidikan Dewi Nurdin Hamzah. Bang Sum dikenal juga sebagai sosok yang aktif berorganisasi. Kegiatan berorganisasi ini telah beliau mulai dari masa-masa sekolah sampai saat ini. Pada masa awal-awal kegiatan organisasinya, Bang Sum aktif di kegiatan Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), bendahara KNPI Provinsi Jambi (2006-2007). Beliau juga pernah menjadi Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dari tahun 2004-2006, Ketua PERBASI (2003-2013), Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dari tahun 2007-2013 serta organisasi masyarakat lainnya. Keseriusan Bang Sum untuk maju sebagai anggota DPD RI terlihat dari sosialisasi pendekatan dan mengambil perhatian masyarakat Jambi. Tidak hanya melalui media sosial, tapi juga menghadiri undangan acara pernikahan-pernikahan kerabat dan masyarakat di Kota Jambi dan Kabupaten. Sosialisasi melalui pemasangan spanduk, stiker dan baliho di tempat-tempat strategis di kota Jambi dan Kabupaten sudah terlihat.

Hal tersebut dilakukan agar masyarakat lebih cepat mengenal kembali dirinya dari mantan Wakil Walikota ini sebagai calon anggota DPD RI. Majunya Bang Sum sebagai Calon DPD RI karena Bang Sum ingin berkontribusi serta ingin membangun Provinsi Jambi lebih baik lagi. Tentunya dengan duduk sebagai anggota DPD RI Bang Sum bisa menyampaikan aspirasi masyarakat Provinsi Jambi pada Pemerintah Pusat. Perlu diketahui juga bahwa anggota DPD RI memiliki peran sebagai lembaga penyeimbang dimana akan mengawal pelaksanaan otonomi daerah, menjembatani kepentingan pusat dan daerah, memperjuangkan kesejahteraan daerah yang berkeadilan dan berkesetaraan. Selain itu, DPD RI juga memiliki peran untuk meningkatkan derajat daerah dan sebagai kamar kedua parlemen guna mewujudkan prinsip saling mengawal dan mengimbangi.

Dari semua yang telah di uraikan itu, menurut penulis seorang Sum Indra, memiliki kapabilitas untuk terus berkontribusi pada pembangunan Provinsi Jambi disegala aspek seperti pendidikan, wirausaha dan terlebih lagi dengan  pengalamannya sebagai mantan Wakil Walikota, sehingga rasanya tidak ada lagi alasan bagi warga Provinsi Jambi untuk tidak memberikan kesempatan lebih banyak dan posisi yang lebih tepat bagi Bang Sum untuk membuktikan kepeduliannya terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Provinsi Jambi. Semoga! (***)

Penulis adalah Dosen Luar Biasa Fakultas Syariah UIN STS JAMBI

News Feed