oleh

Eri Dhalan Sebut Syarif Fasha Meminta Mark-up Pencairan Pipanisasi

JAMBI – Sidang kasus korupsi Pengadaan air bersih (Pipanisasi) Kabulaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi mendadak hening. Saksi, Eri Dhalan, menyebut nama Walikota Jambi, Syarif Fasya di Persidangan.

Eri Dahlan Selaku Direktur PT Mega Citra Konsultan, saat menjadi saksi untuk mantan kadis PU Tanjabbar, Hendri Sastra. mengakui jika dirinya pernah di telepon seorang kontraktor yang mengaku bernama Syarif Fasha memintanya untuk melakukan mark-up pencairan.

“Yang seharusnya 94 persen, disuruh cairkan 96 persen. Waktu itu dia telepon saya, suruh saya menyampaikan ke anak buah saya (Hendri Kusuma),” kata Eri Dhalan, Senin (12/11/2018)

Saat itu, Syarif Fasha meminta kepada dirinya untuk memerintahkan Hendri selaku Pelaksana Lapangan (PL) untuk menandatangani pencairan 96 persen dari yang sebelumnya permintaan 94 persen.

“Waktu itu, ada Fasha, ada Aswin. Aswin di pengadaannya,” kata dia.

Saat itu, kata Eri dirnya tidak memberitahukan permintaan Fasya kepada Hendri dengan alasan menolak permintaan tersebut. Namun, dirinya terkejut setelah mengetahui jika tanda tangan bawahannya tersebut dipalsukan.

“Saya taunya diakhir, dimana terdapat tanda tangan Hendri yang dipalsukan. Hendri yang bilang kalau tanda tangannya dipalsukan.

Ketika itu, Sabar baru menjadi PLH Kadis PU tahun 2010,” jelasnya.

Eri juga mengaku sebagai Perusahaan Konsultan, pihaknya menawarkan Rp 742 juta. Adapun team leader, saat itu selaku ketua Pelaksana Lapangan awalnya dipegang D Silalahi, sebelum akhirnya berpindah ke Hendri Kusuma. Dan sempat dipinjam oleh Irwan dari Jakarta.

“Memperoleh fee 5 persen, atau sekitar Rp 35 juta,” pungkasnya. (ara)

News Feed