oleh

Tersangka Pipanisasi, Wendi Leo kembalikan Kerugian Negara Rp 200 juta

JAMBI – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi kembali melakukan pemeriksaan yakni tiga dari empat tersangka kasus pipanisasi Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) tahun anggaran 2009-2010 pasca di tetapkan tersangka. Namun satu diantaranya mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 200 juta, Selasa (6/11/2018)

Ketiganya tersebut yakn, Wendi Leo Heriawan selaku kuasa Direktur PT Batur Artha Mandiri dalam kesempatan tersebut dirnya mengembalikan kerugian negara ke melalui penyidik sebesar Rp 200 juta. Sedangkan Eri Dahlan selaku Direktur PT Mega Citra Konsultan, dan Hendi Kusuma selaku pelaksana lapangan PT Mega Citra Konsultan hanya melakukan pemeriksaan.

Kasi Penyidikan Kejati Jambi, Imran Yusuf mengatakan Wendi Leo tersebut mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 200 juta.

“Iyaa utk kasus pipanisasi pihak rekanan yakni tersangka, Wendi leo mengembalikan Rp 200 juta,” katanya

“Uang itu akan kita simpan di rekening penampungan Bank BRI dengan status titipan,”sambungnya.

Menurut Imran, ketiga tersangka ini merupakan pemeriksaan perdana terhadap ketiganya setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pipanisasi yang merugikan keuangan negara sesar Rp 18 miliar (M). “Untuk Sabar Barus hari ini tidak datang karena pengacaranya tidak bisa hadir. Jadi pemeriksaannya akan dilakukan pada hari Jumat nanti,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, untuk pengembalian kerugian negara tim penyidik kata Imran, juga akan menginventarisir barang-barnag sitaan yang masih bisa dipakai untuk pemulihan kerugian negara. “Tapi barang-barang yang masih dimanfaatkan,” tutupnya.

Untuk diektahui ke empatnya tersebut di tetapkan sebagai tersangka pada 16 oktober 2018 lalu usai dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik kejati.

Sebelum ke empat tersangka tersebut kejati telah menetapkan satu tersangka yang saat ini tengah melakukan proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi. (ara)

News Feed