oleh

Rupat, Pulau Terluar yang Terabaikan

Oleh Erman Epi Sabri

PULAU Rupat, salah satu daerah administratif yang ada di Kabupaten Bengkalis, Riau. Pulau Rupat berdekatan dengan negara tetangga; Malaysia. Jarak laut yang berdekatan membuat sering nelayan Malaysia yang berasal dari Melaka melakukan aktivitas kelautan menerobos jalur batas negara secara ilegal. Rupat memiliki potensi sumber daya alam yang mempuni, membuat pengusaha pemilik modal mendirikan perusahaan terbatas (PT) di pulau ini. Penghasilan penduduk setempat yaitu, kebun kelapa sawit, karet, kelapa, ikan, kelapa, pinang dan lain sebagainya. Pulau rupat memiliki masyarakat yang beragam, namun etnis melayu yang lebih mendominasi dipulau terpencil ini, selian itu juga terdapat suku campuran yaitu jawa, hal unik terdapat Suku Akit beragama Budha dibeberapa desa di daerah ini.

Pada tanggal 11 September salah seorang mahasiswa asal Riau yang melanjutkan pendidikan disalah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat mengunjungi Pulau Rupat selama lima hari dalam sebuah agenda pernikahan saudara laki-laki dan melihat kondisi sosial masyarakat yang sangat miris dari segi infrastruktur jalan. Sebuah hal yang sangat sulit untuk diterima, ketika melihat jalur lalu lintas umum masyarakat, sekaligus sarana transfortasi sebagai penggerak perekonomian masyarakat setempat untuk mencari penghidupan tanpa didukung oleh sarana infrastruktur jalan yang memadai untuk dilalui.

APBD Kabupaten Bengkalis yang dikenal sebagai anggaran terbesar dari semua APBD kabupaten lain yang ada diRiau , menempati urutan teratas adalah sebuah keniscayaan problem ini sangat memungkinkan untuk diselesaikan dengan waktu yang singkat. Problem ini juga tidak hanya tertuju kepada pemerintahan daerah kabupaten Bengkalis saja, namun juga perlu adanya perhatian khusus dari pemerintahan Provinsi Riau yang dikenal sebagai salah satu Provinsi terkaya di Indonesia. Pertimbangan lain pemerintahan pusat perlu memperhatikan Pulau Rupat, daerah ini merupakan salah satu Garda Terdepan NKRI yang merupakan harkat dan martabat negara Indonesia di mata dunia Internasional.

Keluh kesah masyarakat setempat yang tinggal didaerah tersebut juga berdengung ditelinga, dimana kendaraan roda dua saja sangat susah dan memperlambat perjalanan, apa lagi kendaraan roda empat. Megahnya kota Dumai, yang dikenal dengan kota Industri di Indonesia yang memiliki hasil minyak alam yang merumpah-ruah tidak membuat mereka sedikit melihat penderitaan masyarakat dipulau terpencil ini.

Penulis berharap satu dua tahun kedepannya pemerintah kembali membangun Pulau Rupat dengan tindakan nyata dan dapat mencarikan alternatif cepat tanggap dari setiap permasalahan di Rupat. Selain itu, penulis juga berharap organisasi kemasyarakatan juga berani muncul dan bersuara kepada media, pemerintah daerah kabupaten Bengkalis demi memperkuat solidaritas untuk kepentingan masyarakat umum.

Selain itu, perjalanan kami juga melihat bahwa terdapat beberapa kantr cabang partai politik dipulau Rupat, diharapkan partai politik ini menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya terhadap masyarakat dinegara demokrasi kita Indonesia. (***)

Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Andalas

News Feed