oleh

SAH Bekali Peserta Kongres Bahasa Indonesia ke XI dengan Strategi Diplomasi Bahasa dan Sastra

PIMPINAN Komisi Pendidikan DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) mengatakan peran bahasa dan sastra Indonesia dewasa ini semakin penting dalam pelaksanaan strategi dan diplomasi dunia yang makin global.

“Bahasa dan sastra merupakan identitas suatu bangsa, semakin kuat identitas yang dimiliki suatu bangsa akan memudahkan negara untuk melakukan strategi dan diplomasi dalam mengamankan kepentingan sosial, ekonomi, politik dan keamanannya.”

Pernyataan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini disampaikannya ketika memberi materi dalam Kongres Bahasa Indonesia (KBI) ke XI di Hotel Sahid Jaya Jakarta (28/10) kemarin.

Dalam acara yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober tersebut SAH menjelaskan beberapa syarat bagaimana Bahasa Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, di antaranya dengan meningkatkan budaya literasi di kalangan masyarakat.

“Sebelum bahasa Indonesia bisa memainkan perannya sebagai bahasa diplomasi dunia, bahasa kita harus jadi tuan rumah di negeri sendiri, mari biasakan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar di semua aspek kehidupan, baik dalam pendidikan, penelitian, ekonomi dan lain sebagainya.”

Peranan bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa diplomasi memiliki momentum yang besar dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), karena bahasa Indonesia yang merupakan rumpun dari bahasa Melayu merupakan bahasa ibu dari 77 persen suku dan etnis yang mendiami negara – negara Asia Tenggara.

Sehingga bahasa Indonesia memiliki kesempatan untuk dijadikan sebagai bahasa resmi di era MEA, baik dalam hal diplomasi pergaulan antar bangsa, kegiatan perdagangan, aktivitas ketenagakerjaan hingga pariwisata.

“Mulai sekarang banggalah dengan bahasa Indonesia, agar bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tandasnya. (*)

News Feed