oleh

Indonesia Alami Kemisikinan Demokrasi Tak Berkesudahan

Oleh Lili Kosera

INDONESIA adalah salah satu negara demokrasi dimana kedaulatan berada di tangan rakyat. Namun faktanya demokrasi di Indonesia sendiri saat ini bisa dikatakan sudah sangat minim dan kejam bahkan tak sejalan dengan nilai-nilai pancasila. Hal ini menimbulkan dampak menguatnya pesimisme anak bangsa untuk berpartisipasi dalam politik ketika melihat realita yang terjadi sekarang ini. Rekam jejak yang baik, anti korupsi, tegas dan berpengalaman tidak menjadi jaminan untuk dipilih oleh rakyat tetapi cukup dengan memainkan isu-isu politik negatif maka akan lebih mudah memenangkan kontestasi.

Memaknai demokrasi

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara. Demokrasi juga merupakan seperangkat gagasan dan prinsip tentang kebebasan beserta praktik dan prosedurnya. Demokrasi mengandung makna penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia.

Sejak era reformasi dan pasca tumbangnya rezim diktator orde baru, demokrasi di Indonesia perlahan sedikit terbuka. Sejarah-sejarah perjuangan rakyat yang ditutup rapat saat orde baru kembali bisa terbuka dan bisa di cari kebenarannya. Cukup banyak ruang-ruang diskusi maupun kajian-kajian kritis yang bisa dilakukan oleh masyarakat tanpa lagi ada perasaan takut. Hal itu juga diperkuat dengan adanya Undang-Undang No 9 Tahun 1998 Tentang Kebebasan Mengeluarkan Pendapat di muka umum.

Namun seiring berjalannya waktu Indonesia mengalami penurunan dalam demokrasi. Perlu diingat bahwa bertahun-tahun yang lalu saat masa orde baru, rakyat Indonesia yang mencoba berpikir kritis dianggap menentang kebijakan pemerintah, rakyat yang mencoba mencari kebenaran malah dihilangkan paksa, rakyat yang mencoba mengungkap kebenaran sejarah ditindak tegas dengan berbagai macam hal yang menodai demokrasi terjadi.

Kesenjangan Demokrasi

munculnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang kontra terhadap kehidupan rakyat tentunya akan memunculkan perlawanan dari massa rakyat, sehingga dalam mengamankan kepentingan melancarkan arus modal tersebut, rezim pastinya akan memakai segala cara dan upaya untuk meredam gejolak perlawanan rakyat. Pembungkaman demokrasi menjadi salah satu contoh nyata yang terjadi beberapa waktu  lalu, itu bisa dilihat dari munculnya revisi UUD MD3 yang sangat memicu kontroversi diberbagai kalangan baik itu masyarakat, mahasiwa, fraksi dari partai politik dan masih banyak lagi aturan seperti ini dianggap menghilangkan demokrasi.

Hal ini tentunya sangat berbahaya bagi kelangsungan demokrasi Indonesia dan semakin memperburuk perjalanan demokrasi langsung yang sementara kita jalani saat ini. Maraknya konflik-konflik Indonesia menjadi catatan buruk demokrasi kita ditambah lagi dengan pelangaran terhadap nilai-nilai pancasila seperti korupsi, isu SARA, politik uang dalam pemilu, kebebasan berpendapat dikekang dan lain sebagainya, Maka akan membuat masa depan demokrasi kita semakin suram dan akan sulit menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berjiwa nasionalis serta berdampak buruk terhadap generasi selanjutnya.

Konflik Demokrasi

Dinamika konflik tajam saat ini bukanlah perang antar negara yang saling bersaing seperti di masa lalu, tetapi terjadi di dalam negara-negara itu sendiri. Banyak di antaranya yang bercampur-baur dengan konsep-konsep identitas, bangsa, dan nasionalisme, serta kebanyakan berakar pada persaingan untuk memperebutkan sumber daya, pengakuan dan kekuasaan. Meskipun konflik-konflik itu tampak berbeda satu sama lain pada dasarnya ada kesamaan isu kebutuhan yang tak terpenuhi, dan pentingnya mengakomodir kepentingan mayoritas dan minoritas. Salah satu contoh PILKADA DKI Jakarta Isu SARA yang menerpa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah salah satu contoh strategi lawan politik untuk mengotori upaya bersama menciptakan demokrasi yang sehat dan berkualitas. Ahok di serang habis-habisan dengan isu SARA dan ini jelas adalah cara atau metode kampanye yang bukan hanya sekedar ingin berkuasa tetapi melukai semangat pluralisme Indonesia yang telah terpelihara sejak bangsa kita ada. Hakikattnya konflik bukan saja menodai demokrasi tetapi juga dapat menyengsarakan rakyat. Yang mana seharusnya rakyat menjadi puncak demokrasi ini, malah menjadi korban atas kesenjangan demokrasi yang  terjadi.

Dengan berbagai macam konflik yang menerpa demokrasi di Indonesia mejadi  pukulan keras bagi banggsa indonesia sendiri, tidak  hanya mengalami kesenjangan demokrasi tetapi perlahan mengarah kepada darurat demokrasi. Hal ini tentunya berdampak kepada kehidupan banggsa indonesia kedepanya.

Melihat kesenjangan demokrasi yang terjadi saat ini penulis berharap kepada masyarakat indonesia sadar dan mengerti akan pentingnya keberlangsungan demokrasi di indonesia sebab konflik ada karena perbuatan manusia itu sendiri, mari bersama sama  kita sebagai sebagai masyarakat indonesia menjaga dan dan melindungi bangsa indonesia dari kecacatan demokrasi. Demi bangsa yang maju dan sejahtera dan bebas dari konflik sosial. (***)

Penulis adalah Kader Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia | Sekjen Dinas Politik dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Fisipol Unja

News Feed