oleh

Ribuan Warga SAD Terancam Tidak Bisa Berikan Hak Pilih di Pemilu 2019

JAMBI – Pemilu 2019 sudah semakin dekat, tapi masih banyak warga yang belum terdata, seperti warga Suku Anak Dalam (SAD) di Provinsi Jambi. Hal tersebut membuat mereka terancan tidak dapat memberikan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 mendatang.

Dari data Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, mereka yang tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sehingga mereka terancam tidak dapat berpartisipasi dalam Pemilu 2019 mendatang sebanyak 3.673 jiwa.

Menurut Sukmareni, Koordinator Divisi KKI Warsi, pihaknya mencatat ada sebanyak 5.235 orang warga SAD terdata di Provinsi Jambi.

Mereka tersebar di sejumlah kabupaten, seperti, di Kabupaten Merangin 1.276 jiwa, Kabupaten Sarolangun 2.228 jiwa, Kabupaten Bungo 395 jiwa, Kabupaten Batanghari 629 jiwa, dan Kabupaten Tebo 707 jiwa.

Saat ini kepedulian penanganan dan pendataan warga SAD sudah dilakukan oleh pemerintah. Namun, Pemerintah Provinsi Jambi terkadang tidak memedulikan pendataan KK dan KTP.

“Alasannya terkadang tidak diterima. Mereka tidak mau mendata, karena warga SAD ada tradisi melangun atau berpindah tempat (nomaden),” kata Sukmareni, Kamis (25/10/18).

Dia menambahkan, warga SAD sebenarnya berhak mendapatkan hak mata pilihnya. Terkait alasan mereka berpindah tempat pada dasarnya tidak susah mencarinya, asal ada kemauan dari pihak pemerintah untuk dapat menanganinya dengan baik.

“Sebagian mereka memang terdata di KK dan KTP sehingga bisa mempunyai hak mata pilih Pemilu 2019. Semua itu tergantung niat dan kemauan pihak pemerintah. Namun, saya lihat kemauan itu tidak ada,” jelas Sukmareni.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jambi, Ahdiyenti mengakui bahwa warga SAD yang sudah terdata KK dan KTP sebanyak 1.562 jiwa.

“Kita mengharapkan 77,5 persen warga SAD bisa ikut Pemilihan Umum 2019 mendatang. Namun, data baru masuk hingga saat ini hanya 1.562 jiwa mata pilih,” tuturnya.

Diantaranya yang tercatat di KPU Provinsi Jambi, di Kabupaten Merangin 389 jiwa, Sarolangun 731 jiwa, Batanghari 59 jiwa, Muarojambi 300 jiwa dan Tebo 83 jiwa,” ungkap Ahdiyenti. (*/rie)

News Feed