by

Bank Jambi Pasang 200 TDM di Provinsi Jambi

PERAN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, khususnya koordinator unit supervisi pencegahan (Korsupgah) wilayah II Sumatera, tidak hanya melakukan pemberantasan korupsi, tapi juga membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Salah satunya adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selama ini PAD sangat minim di Provinsi Jambi, sehingga Korsupgah melakukan terobosan dengan menggandeng Bank Jambi, untuk bersama-sama membantu optimalisasi PAD di Provinsi Jambi. Koordinator Wilayah II Sumatera Koordinasi Unit Kerja Supervisi Pencegahan KPK RI, Adlinsyah M Nasution (Bang Coki) hari ini dikonfirmasi mengatakan, penggunaan Transaction Device Monitoring (TDM) untuk sampai akhir Desember 2018 TDM harus sudah terpasang di 200 titik di Provinsi Jambi.

“Disini peran Bank Jambi adalah pihak yang menyewakan alat, yang kemudian digunakan oleh pemda, untuk merekam transaksi di hotel, restoran dan tempat hiburan, untuk meningkatan PAD,” ujar Adlinsyah M Nasution Sabtu 29 September 2018.

Hal ini dibenarkan oleh Dirut Bank Jambi M. Yani melalui Direktur Pemasaran dan Syariah H. Yunsak El Halcon (Bang El) bahwa Bank Jambi telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Pemkot Jambi, untuk meminjamkan penggunaan TDM sebanyak 100 unit dan 100 unit lagi di kabupaten/kota di Provinsi Jambi yang dilaksanakan secara bertahap.

Menurut Direktur Pemasaran Dan Syariah Bank Jambi, “Pengaruhnya sangat besar sekali dalam rangka peningkatan PAD, kami komitmen untuk rutin melakukan pengecekan, bagaimana hasil setelah menggunakan alat tersebut yang hasilnya secara berkala kami laporkan dan disupervisi oleh Korsupgah Wilayah II Sumatera KPK RI”.

Beberapa waktu yang lalu kami bersama Sekretaris Daerah Kota Jambi Budi Daya dan Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Subhi telah melakukan studi banding ke Kota Batam hasilnya dengan pemasangan 50 unit TDM, PAD Kota Batam meningkat signifikan dari 700 juta tahun 2017 menjadi 1,2 Triliun tahun 2018.

Program optimalisasi pendapatan daerah dengan pemasangan alat perekaman pajak (TDM) yang di supervisi oleh Korsupgah Wilayah II Sumatera KPK RI sangat diharapkan berdampak signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Provinsi Jambi.

Menurut Bang Coki panggilan akrab Adlinsyah M Nasution : “Orang belanja lalu bayar langsung tercatat secara online, dan tidak dapat dirubah dari hasil yang tercatat, masuk ke sistem BPPRD Kota Jambi yang secara real time pajaknya masuk ke Rekening Kasda di Bank Jambi.

Dari hasil pajak restoran, hotel dan tempat hiburan pada periode tertentu akan dipindahkan ke rekening Kasda. Selama ini yang terjadi hanya secara manual, jadi bisa saja PPn 10% itu diganti oleh pihak restoran, hotel maupun tempat hiburan dari pajak yang masuk hasilnya tidak maksimal, sekarang sudah tidak bisa, karena tercatat secara otomatis dan real time datanya masuk ke BPPRD.

Pernah terjadi seharusnya hotel ini bayar 10 ternyata hanya bayar 2, hal inilah yang menjadi konsentrasi Korsupgah Wilayah II Sumatera, tujuan ini sangat mulia diharapkan wajib pajak, Pemerintah Provinsi, Kota, Kabupaten dan Bank Jambi mendukung penuh program optimalisasi pendapatan asli daerah ini.

Menurut Direktur Pemasaran dan Syariah yang biasa dipanggil Bang El, dalam waktu dekat ini akan melakukan pemasangan 100 unit TDM di Kota Jambi dilokasi restoran, hotel maupun tempat hiburan yang dinilai potensial. Sasaran awal restoran, hotel maupun tempat hiburan, parkir yang wajib pajaknya ditentukan oleh Pemerintah Kota Jambi dan 100 unit lagi pemasangan TDM di kabupaten dan kota di Provinsi Jambi akan dilakukan secara bertahap tahun 2018.

“Alat kami pesan dari vendor, kami juga minta restoran, hotel maupun tempat hiburan untuk buka rekening di Bank Jambi, jadi pajak yang masuk dari restoran, hotel maupun tempat hiburan, pada periode tersebut, langsung masuk ke rekening Kasda Pemerintah Kota Jambi dan Kabupaten Provinsi Jambi. Contoh, saat ini Pemerintah Kota PAD nya Rp 200 miliar diharapkan dengan pamasangan 100 unit TDM akan meningkat 100% menjadi RP 400 miliar. Pemasangan TDM ini juga secara bertahap akan kami lakukan di Kabupaten/Kota lainnya.

Bang El juga menambahkan “Pajak ini langsung real time masuk ke rekening kasda di Bank Jambi,”

TDM ini adalah merupakan alat merekam data transaksi atau jual beli disisi penjual yang dapat digunakan untuk memonitor pajak buat pemerintah ataupun untuk melihat proses transaksi bagi pelanggan sendiri. Intinya TDM ini tidak merugikan wajib pajak, malah menguntungkan dari sisi kewajiban pembayaran pajak kepada Pemerintah bukan merugikan pendapatan wajib pajak karena PPn yang disetorkan ke negara merupakan setoran dari konsumen. (*)

News Feed