oleh

Menyoal Daya Serang Politik Mahasiswa

Gerakan Mahasiswa Milenial

Oleh: Ujang Babas

MAHASISWA,  kaum muda yang belajar diperguruan tinggi ini melekat kental tiga hal dalam diri mereka yaitu sebagai agent of change, Agent of Movemen dan social control. Jika di analogikan dalam suatu diagram piramid, mahasiswa berada di posisi tengah-tengah secara vertikal antara Rakyat(bawah) dengan Pemerintahan(atas). Maka sebagai social control mereka bisa mengontrol tindak-tanduk Pemerintah.

Dalam peranan sebagai social control, mahasiswa sering kali menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah. Dalam konsep Ideal tentunya aspirasi yang disampaikan adalah kepentingan rakyat. Kepentingan Rakyat yang akan disampaikan pun tentunya perlu di akomodir oleh Mahasiswa tersebut, dengan salah satunya melihat fenomena-fenomena yang terjadi dalam masyarakat.

Dilansir dari detik.com (edisi kamis, 13 september 2018) baru-baru ini terjadi demo sejumlah Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Prov. jambi didepan gedung DPRD Prov.Jambi. Sejumlah Mahasiswa yang melakukan Demo ini menuntut agar Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Jk turun dari kursi kekuasaan karena dinilai gagal.

Aksi demo menuntut Jokowi-Jk turun dari kepemimpinan pun terjadi di Makassar. Dilansir dari sumber berita yang sama, Aksi Demo yang nyaris bentrok dengan suporter PSM ini pun sama-sama menuntut Jokowi-Jk turun dari jabatannya sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam konsep negara demokrasi, gerakan Mahasiswa dengan aksi demo nya menjadi suatu hal yang wajar. Gerakan Mahasiswa pun pastinya tidak akan sekonyong-konyong dilakukan tanpa membawa kepentingan-kepentingan tertentu. Kepentingan inilah yang secara Ideal dikonsepkan secara Rasional dan pro-Rakyat.

Dalam sebuah karya ilmiah (esay) yang berjudul “Ideologi dan Aparatus Ideologi Negara”, Louis Althusser mengemukakan bahwa “tidak ada suatupun diluar Ideologi”. Disana dijelaskan bahwa sebetulnya semua yang dianggap objektif adalah konstruksi (susunan) dari subjektif-ideologi.

Maka sama hal dengan sejumblah gerakan mahasiswa milenial (demo) yang terjadi baru-baru ini. Dengan penilaianya kepada Kinerja Presiden Jokowi-Jk yang dinilai gagal pun, berdasarkan yang dikemukakan Altusser bahwa itu adalah hasil konstruksi pandangan-pandangan subjektif yang dipengaruhi oleh idelogi tertentu.

Suatu idelogi biasanya akan dikonsep dan diterapkan dalam suatu perkumpulan atau golongan, begitupun dalam sebuah Organisasi Kemahasiswaan. Idelogi dalam perkumpulan pun biasanya akan secara kontinuitas (berkelanjutan) ditanamkan pada anggota-anggota atau kader-kader suatu organisasi kemahasiswaan.

Membandingkan

Aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah Mahasiswa yang ada diberbagai Perguruan Tinggi di Prov. Jambi ini tidak sepenuhnya dinilai ideal bagi sebagian besar Mahasiswa yang ada di Jambi. Bahkan aksi demo tersebut dinilai terkesan ditunggangi oleh aktor partai politik tertentu. Apalagi dalam momen-momen menjelang Pilpres seperti sekarang ini.

Jika kita bandingkan dengan konsep ideal sebuah aksi Mahasiswa tentunya aksi demo tersebut belum menyentuh pada konsep idealis Mahasiswa sebagai social control. Teriakan-teriakan berisi aspirasi yang menguras tenaga itu seharusnya pro-Rakyat malah ditunggangi oleh aktor politik tertentu. Hal ini tentu merupakan suatu degradasi (penurunan) gerakan Mahasiswa di era milenial.

Dari kesan ditunggangi tersebutlah penulis menilai bahwa, ada aktor partai politik tertentu yang memanfaatkan golongan Mahasiswa tertentu untuk demo. Mahasiswa yang tentunya demo dengan membawa demand (tuntutan) kepada Pemerintah Jokowi-Jk. Mahasiswa yang demo inilah yang kemudian dinilai mempunyai daya serang dalam berpolitik.

Dalam hal ekonomi, sejumblah Mahasiswa inipun medesak pemerintah Jokowi-Jk untuk secepatnya menstabilkan ekonomi bangsa. Jika suatu aksi massa yang syarat harus terakomodirnya kepentingan Rakyat, tentu demo ini tidaklah pro-Rakyat. Karena penulis menilai harga-harga didaerah Jambi pun masih normal-normal saja.

Mengenai tuntutan kedua yang disuarakan pendemo ini yaitu : meminta pemerintah Jokowi-Jk untuk tanggung jawab atas reformasi hukum yang bebas korupsi. Malah seperti yang kita semua saksikan dibawah kepemimpinan Pemerintah Jokowi-Jk banyak dan sedang gencar-gencarnya pemberantasan korupsi.

Mendesak Jokowi-Jk untuk mencabut Perpres nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing menjadi tuntutan ketiga. Pertanyaan nya, tenaga kerja asing yang mana ? karena sangat tidak bijak jika tenaga kerja asing ahli yang dibutuhkan oleh Negara pun dilarang. Hal ini tentunya akan menghambat pembangunan dan harus kita akui bahwa negara kita memang kurang tenaga ahli.

Seharusnya ketimbang melakukan aksi demo yang malah terkesan ditunggangi. Gerakan Mahasiswa milenial terfokus pada aksi-aksi sosial. Aksi-aksi sosial yang dilakukan mahasiswa milenial sekarang ini sangatlah kurang dilakukan oleh Mahasiswa. Berapa banyak anak-anak dijalanan yang kurang pendidikan ? berapa banyak desa-desa yang mengalami ketertinggalan ?.

Rasanya kegiatan-kegiatan diatas lebih dibutuhkan oleh Masyarakat di zaman sekarang ini. Seperti salah satu organisasi yang penulis ikuti yang mengadakan program Desa Binaan. Program Desa Binaan ini bertempat di salah satu desa yang ada di Kabupaten Muaro Jambi yaitu Desa Pematang Jering, tepatnya di Dusun Tuo.

Dalam kegiatan tersebut kegiatan-kegiatan terfokus pada bidang pendidikan. Karena di Dusun Tuo tersebut dalam hal pendidikan dinilai kurang. Kegiatan ini juga bermaksud meningkatkan kesadaran para orang tua yang ada di Dusun Tuo bahwa, pendidikan sangatlah penting. Kedepan kegiatan-kegitan ini juga akan dikembangkan dalam bidang industri rumahan bagi ibu-ibu rumah tangga.

Harapanya gerakan Mahasiswa di era milenial ini bisa cerdas memilih dan memilah mana aksi-aksi yang betul-betul pro-Rakyat. Kemudian Mahasiswa juga fokus pada peranya sebagai Agent of change dengan Melakukan kegiatan-kegitan yang produktif bagi Masyarakat. Penulis yakin dan percaya kegiatan-kegiatan seperti Desa Binaan akan menunjang bagi kemajuan Bangsa dan Negara. (***)

Penulis adalah Mahasiswa Prodi Ilmu Politik Universitas Jambi, Wakil Ketua BEM Fisipol Universitas Jambi

News Feed