oleh

Peran Pemuda dalam Membangun Bangsa

PEMUDA adalah intrumen penting bagi perjalanan bangsa dalam menciptakan sejarah bagi bangsanya. Dalam perjalanan bangsa Indonesia pemuda banyak melukiskan tinta emas dalam sejarah menuju kemerdekaan Indonesia. Sebuah harapan untuk masa mendatang pemuda/I Indonesia mampu menjadi tampuk dalam realitas kekinian dalam menciptakan inovasi baru bagi bangsa. Dunia memasuki ranah pada indutri keempat dibuktikan dengan perkembangan teknologi dan keomunikasi yang semakin canggih. Fenomena ini menghadir kan sebuah istilah “Generasi Millenial”, esensi dasarnya adalah ketergantungan seseorang terhadap alat komunikasi kian transparan dan tidak bisa ditawar lagi.

Menariknya, dizaman yang serba canggih pada saat sekarang ini berbagai kemudahan yang dapat kita rasakan, seperti, sumber ilmu pengetahuan bagi kalangan terpelajar, informasi bisnis bagi kalangan pengusaha, kejadian-kejadian sosial-politik yang dapat membantu aksekutor pemerintahan dalam memecahkan masalah semakin cepat diperoleh.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal dan tidak melupakan sejarah. Selama 350 tahun Indonesia hidup dibawah cengkraman Belanda, sejarah pahit ini tidak perlu kita jadikan dendam masa lalu. Karena generasi emas adalah generasi yang mengesampingkan dendam didalam benaknya dan terus berjalan menatap kedepan tanpa beban namun, menciptakan inovasi dalam integrasi sosial. Abdul Muis pernah berkata “Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemudi kita tidak bisa, jika memang mau berjuang”.

Kalimat yang tersirat dalam prakata tersebut adalah perjuangan. Oleh sebab itu, pemuda/I Indonesia harus berjuang keras demi mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh generasi terdahulu. Lalu apa peran bagi permuda sekarang untuk membangun bangsa ?

Pertama adalah pendidikan menjadi tampuk utama yang harus ada dipundak gerenasi bangsa. Sang pencipta menempatkan orang yang berilmu pada posisi yang mulia, dengan tetap berpegang teguh pada keyakinan. Salah satu upaya untuk menyelamatkan bangsa Indonesia adalah dengan pendidikan. Orang yang terdidik tentu berbeda dengan orang yang tidak berpendidikan, tecermin dari tingkah laku dan sikap serta cara berfikir.  Kedua, tetap cinta terhadap tanah air. Kecintaan terhadap tanah air adalah sebuah kewajiban bagi generasi muda, dengan mamahami makna faktual dari nasionalisme yang akan melahirkan kepribadian yang brilian.

Adapun upaya kita dalam membuktikan kecintaan terhadap tanah air salah satunya adalah selalu mengisi post-post yang kemungkinan besar kita bisa bernaung didalamnya. Salah satu contohnya adalah dengan mengoptimalkan amanat UUD 1945 yang memberikan perluang bagi generasi muda untuk berkumpul dan berserikat. Makna yang tersirat adalah peluang bagi kita untuk berorganisasi, dengan organisasi kita akan banyak mendapatkan pengalaman serta bisa memunculkan pemimpin dimasa mendatang.  Ketiga, peduli terhadap lingkungan sekitar. Untuk melatih kepekaan kita terhadap lingkungan sosial salah satunya adalah dengan menjadi pemerhati dan pemberi solusi terhadap permasalahan yang terjadi dilingkungan masyarakat. (***)

Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Andalas (UNAND)

News Feed