by

Syarif Fasha: Pramuka Perekat NKRI

Jambi – Pemerintah Kota Jambi dan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Jambi melaksanakan Apel Besar Peringatan ke-57 Hari Pramuka Indonesia Tahun 2018, yang dipusatkan di Lapangan Utama Balaikota Jambi, Senin (20/8.2018) pagi.

Upacara yang berlangsung khidmat dan sukses tersebut, dihadiri ribuan Pramuka Penggalang SD, Penggalang SMP, Penegak Bantara, Penegak Pandega, Pembina, Kamabigus, Kamabiran, Kakwaran dan seluruh Pengurus Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Jambi dan unsur Satuan Karya Pramuka (Saka) Kota Jambi.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha yang juga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Jambi, pada upacara tersebut membacakan sambutan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka DR. Adhyaksa Dault.

Adapun peringatan Hari Pramuka tahun ini, mengangkat tema besar “Pramuka Perekat NKRI”. Dalam sambutan itu, Kakwarnas mengajak seluruh gerakan pramuka untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, menjadi rumah bersama, perekat keutuhan NKRI, dan konsisten untuk mendidik karakter kaum muda Indonesia, untuk terus unggul, kekinian, cinta tanah air dan bangga akan bangsanya.

Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan dan pembentukan karakter generasi muda penerus bangsa, senantiasa mendapat tempat istimewa di Kota Jambi. Komitmen untuk terus menjadikan gerakan Pramuka sebagai pemacu motivasi dan wadah berkreasi secara positif, terus di galakkan oleh Wali Kota Jambi DR. H. Syarif Fasha, ME dalam kepemimpinannya membangun Kota Jambi.

“Pemkot Jambi ‘concern’ dan terus komitmen terhadap kemajuan dan eksistensi gerakan Pramuka di Kota Jambi. Sejak tahun 2014 hingga saat ini, kita selalu konsiten mengalokasikan dana APBD yang cukup besar untuk gerakan Pramuka Kota Jambi. Bahkan alokasi anggaran Pemkot Jambi untuk kegiatan kepramukaan, terbesar di Provinsi Jambi. Pramuka adalah stakeholder, partner dan mitra strategis yang telah membantu Pemkot selama ini, baik dalam upaya pemberantasan narkoba, hingga gerakan pembinaan akhlak, sosial, dan lainnya. Kita akan terus menjadikan Pramuka menjadi kegiatan yang selalu bermanfaat, disemua level pendidikan, terutama dalam upaya memberantas dan menangkal penyakit masyarakat,” jelas Fasha.

Bagi Fasha, pendidikan kepramukaan, selain menjadi wadah untuk membangun karakter dan determinasi anggota pramuka, gerakan pramuka juga bermanfaat untuk mempersiapkan generasi pramuka menjadi pemimpin masa depan, garda terdepan penjaga Pancasila dan NKRI.

“Kita akan selalu jadikan gerakan pramuka, sebagai wadah pendidikan untuk bangun karakter kaum muda dan berkontribusi mencetak calon pemimpin-pemimpin masa depan bangsa Indonesia. Semoga kelak akan terus bermunculan generasi gemilang, kaum muda Indonesia yang berkepribadian luhur, berkarakter, terampil, handal dalam berfikir dan bertindak, serta memiliki jiwa bela negara dan cinta tanah air,” harap Wali Kota Jambi itu.

Sebagaimana diketahui, dedikasi dan komitmen Wali Kota Fasha dalam memajukan gerakan kepanduan di Kota Jambi telah diakui dan mendapat beragam apresiasi. Atas jasa dan dedikasinya, Wali Kota Jambi itu telah menerima Lencana Dharma Bhakti Bidang Pramuka pada tahun 2015 dan Lencana Melati Emas Pramuka pada tahun 2016.

Apel Besar ke-57 Hari Pramuka di Kota Jambi itu juga diisi dengan kegiatan penyerahan Lencana Jasa Kepramukaan kepada Ketua Kwaran, Kamabigus, pembina, pengurus, serta sekolah berprestasi dalam menggalakkan kegiatan kepramukaan di Kota Jambi. Selain itu juga dilaksanakan penyerahan piala lomba kepramukaan tingkat Kota Jambi yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Fasha beserta jajaran Forkompimda, langsung menyematkan tanda jasa dan menyerahkan secara langsung piala kepada para pemenang tersebut.

Apel besar tersebut makin semarak dengan penampilan dan berbagai atraksi seru dari Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Paal Merah. Selain drumband berbagai sekolah dan penampilan polisi cilik (Pocil) Kota Jambi binaan Satbrimobda Jambi, atraksi menarik juga ditampilkan oleh para Pramuka Kota Jambi, seperti atraksi kolosal semaphore, dan keterampilan tali temali membentuk menara yang terbuat dari bambu. (*)

News Feed