oleh

Kader Dikeroyok, Majelis Tinggi KAMMI Minta Aparat Usut Tuntas

Jambi – Pengeroyokan yang dilakukan puluhan mahasiswa panitia Pengenalan Budaya Akademis Kampus (PBAK) Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (UIN STS) terhadap Sofwan Hadi (19) kader Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) , Senin (20/8/2018) kemarinĀ  berbuntut panjang.

Korban resmi melaporkan penganiayaan yang diterimanya ke Kepolisian Daerah (Polda) Jambi, Selasa (21/8/2018). Dengan nomor laporan LP/B 224/VIII/2018/Jambi/SPKT C. 21 Agustus 2018.

Sementara itu, Majelis tinggi KAMMI Jambi, Muhammad Sidik, mengatakan pihak kepolisian harus menindak tegas pelaku pengeroyokan.

“Kita minta aparat benar-benar menindaklanjuti laporan Sofwan Hadi dengan serius,” ujarnya.

Ditegaskan oleh Sidik, sejumlah saksi juga akan dihadirkan jika nantinya diperlukan. Bahkan, Sidik mengatakan, alat bukti berupa foto dan sejumlah video sudah disiapkan sebagai rujukan proses penyidikan.

“Kita ada alat bukti. Aparat harus bergerak cepat atas pengeroyokan di dalam kampus oleh puluhan mahasiswa UIN, lengkap dengan berbagai alat seperti kayu atau yang lainnya yang digunakan untuk menganiaya korban,” terangnya.

Selain aparat kepolisian, Sidik meminta rektorat UIN tegas dalam menangani kasus ini. Apalagi ini menyangkut nama besar kampus UIN STS sendiri.

“Kampus harus beri sanksi! Bukan hanya sanksi biasa, ini menyangkut nama besar kampus. Tegaslah terhadap mahasiswa yang secara nyata melakukan tindakan premanisme,” pungkasnya. (*)

News Feed