oleh

Truk Pembawa Minyak  Ilegal Meledak

Jambi – Mobil truk modifikasi yang diduga digunakan untuk memuat minyak ilegal meledak saat dilakukan pengelasan untuk melakukan penambalan kebocoran di Tempat las listrik yang berada di Jalan Jambi-Muara Bulian, Km 16, Desa Mendalo Indah ,  RT 09, Kecamatan Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Kamis (16/08/2018) sekitar pukul 11.30 WIB.

Akibat ledakan tersebut, Andri (40) sopir, dan Andi (30) mekanik bengkel meninggal dunia. Sementara satu orang lainnya, yakni Mugik (45) pemilik bengkel mengalami luka bakar.

Kasat Reskrim Polres Muarojambi, AKP Afrito Marmabo mengatakan truk tersebut saat dilakukan pengelasan dalam kondisi kosong. Namun, kata dia truk yang telah di modifikasi tersebut diduga mengalami kebocoran sehingga dilakukan pengelasan pada tengki yang telah di modifikasi yang ada di dalam truk tersebut.

“Satu truk yang di modifikasi jenis tengki, saat itu ada kebocoran kemudian di las,” katanya.

Dijelaskan, saat dilakukan pengelasan diduga di dalam truk tersebut masih ada sisa minyak. Sehingga mengalami tekanan udara yang mengakibatkan ledakan.

“Pada saat di las terjadi ledakan didalam nya terdapat sisa minyak jenis solar.Ledakan diduga akibat dari tengki yang di modifikasi,” katanya.

Saat disinggung terkait dengan minyak yang masih tersisa yang menimbulkan ledakan tersebut, Kanit Reskrim polres Muarojambi tersbeut belum dapat mengatakan jenis minyak-nya.

“Minyak belum dapat diketahui.Ada bebebrapa barang bukti seperti kabel, kaleng-kaleng tinner,” sebutnya.

Soal korban, Kanit menyebutkan saat ini masih dilakukan otopsi di Rumah Sakit Raden Mattaher Kota Jambi. Hasil otopsi nantinya akan di gunakan untuk data dan kemungkinan untuk pengembangan kasus tersebut.

“Kena ledakan kita masih nunggu hasil nya dari RS baru kita bisa kembangkan,” tutupnya.

Informasi yang berhasil di himpun Jambi one.com, Andri (40) sopir truk tersebut terpental beberapa meter dan menyangkut di pohon, Sedangkan Andi (30) terpental ke tepi jalan lintas, dan Mugik (45) pemilik bengkel mengalami luka bakar.

Saat ini ketiganya masih di rumah sakit Raden Mattaher untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. (wan)

News Feed